Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Metode Berpikir Kritis Ala Filsafat

    berpikir ala filsafatFilsafat merupakan sebuah term yang tidak menggambarkan prodi ilmu dikarenakan filsafat tidak pernah menjadi tetapi melahirkan ilmu. Jika filsafat sudah menjadi ilmu maka tidak akan ada ilmu, karena filsafat bagaikan ibu dan ilmu bagaikan anak. Lalu bapaknya siapa? Ah itu kan hanya perumpamaan saja..

    The Inventors

    Filsafat merupakan titik pijak awal bagi perkembangan pemikiran. Mengapa saya katakan begitu? Coba lihat kejadian berikut:

    • Tahukah Anda bahwa pada tahun 1867 seorang Thomas Alva Edison pernah dipecat dari pekerjaannya gara-gara menumpahkan asam sulfat ke meja bossnya? Tetapi Ia juga yang memegang hak cipta sebanyak 1093 buah, dan dia pula lah yang mengatakan “Hell, there are no rules here — we’re trying to accomplish something new”
    • Tahukah Anda bahwa pada waktu kecil seorang penemu psikologi analitis bernama Carl Gustav Jung pernah melihat orang keluar dari kamar ibunya dengan kepala terpisah dari badan dan melayang di udara? Dan dia pula yang merekomendasikan cara spiritual sebagai obat dalam menyembuhkan ketagihan terhadap alkohol.

    Kejadian yang dialami kedua inventor di atas itu merupakan sejarah hidup yang menuntun para inventor menjadi orang besar. Alva Edison terus membuat sesuatu yang baru tanpa ada batasan, dan aturan. Jung menceritakan hidupnya dalam memories, dreams, reflections.

    Masing-masing inventor memiliki cara berpikir kritis yang berbeda-beda. Dia berpikir bagaimana caranya, mengapa harus begitu, mengapa tidak begini, apa sebenarnya maksud alat ini, apa itu manusia, mengapa manusia begitu, apa yang ada sebelumnya sehingga bisa menjadi seperti itu, dan masih banyak rangkaian pertanyaan lain.

    Sekarang bayangkan jika seorang manusia tidak pernah menanyakan pertanyaan tersebut semasa hidupnya, tidak akan ada perkembangan karena ia selalu menerima apa adanya. No TV, no mobile phone, no lamp, no wifi, and no brazzers. Manusia selalu memikirkan bagaimana caranya agar sesuatu dapat memudahkan hidup mereka, dengan itu mereka menciptakan alat-alat untuk kemudahan mereka, tidak hanya untuk digunakan sendiri tapi juga untuk kepentingan umat manusia dengan produksi massal.

    Metode

    Ada dua cara untuk memunculkan pikiran kritis atau berpikir kritis ala filsafat yaitu:

    • Terus mempertanyakan apa yang ada dalam hidup ini dan mempertanyakan alasannya, contohnya: mengapa kita sekolah bukankah kita bisa pintar dengan membaca buku dan belajar di rumah? Karena di sekolah ada pembimbing yaitu guru. Tetapi bukankah di rumah juga ada pembimbing yaitu orang tua? Jawaban bervariasi dan jawaban itu dipertanyakan lagi, ya mungkin sampai yang ditanyakan itu kesal..
    • Memikirkan dari satu hal yang umum dan menjabarkannya ke hal yang lebih khusus atau sebaliknya, contohnya: saya bisa merasakan sakit jika saya manusia, rasa sakit itu membuat saya tidak senang. Dipukul juga sakit, memukul orang lain membuat orang lain sakit, tentunya ia tidak senang maka jangan memukul orang lain. Baca juga filsafat moral Immanuel Kant

    Pemikiran kritis ini tidak akan pernah berhenti seperti kata Franz Magnis-Suseno bahwa filsafat memang harus mencari jawaban-jawaban, tetapi jawaban-jawaban tidak pernah abadi karena itu filsafat tak pernah selesai dan tak pernah sampai pada akhir sebuah masalah. Menurut saya ini merupakan salah satu proses filsafat dalam membuat ilmu yang bersifat lebih sistematis dan tersegmentasi.


    AUTHOR

    aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

    Artikel Terkait

    • Arti Penting Filsafat Sosial
    • Bermoralkah Pemujaan Sarana di atas Tujuan?
    • Sebab dan Awal Berpikir Pada Manusia
    • Dua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan
    • Perbedaan Corak Filsafat Pra-Socrates dan Zaman Socrates
    • 2 Teori Etika: Utilitarisme dan Deontologi
    • Biografi Immanuel Kant Sang Filsuf Jerman

    5 tanggapan untuk “Metode Berpikir Kritis Ala Filsafat”

    1. seti@wan
      November 4th, 2009 at 09:27 | #1
      Reply | Quote

      Selalu ada perubahan setiap saya mampir disini.

      • aprillins
        November 4th, 2009 at 09:28 | #2
        Reply | Quote

        huahauha.. pemikiran kritis jgua tuh… eehueuehe

      • seti@wan
        November 4th, 2009 at 09:28 | #3
        Reply | Quote

        kalau membahas masalah filsafat aku langsung nyerah deh prill…

        Iya nih,… blognya Henny koq hilang yah?

    2. yunus
      May 18th, 2010 at 15:52 | #4
      Reply | Quote

      mudah dicerna nih :)

    3. mindset
      July 25th, 2010 at 18:58 | #5
      Reply | Quote

      seseorang yang berpikir kritis selalu memiliki pertanyaan atas apa yang dia terima melalui panca indera. dari jawaban-jawaban tersebut akan bisa menciptakan ilmu baru lagi.

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs