Istilah Filsafat Moral: Amoral dan Immoral

Seringkali ditemukan pencampuradukan antara dua istilah dalam ranah filsafat moral yaitu amoral dan immoral, dengan itu maka penggunaan istilahnya tentu tidak tepat pula. Oleh karena itu persoalan ini perlu dijernihkan supaya nantinya tidak memalukan jika berbicara secara publik mau pun dalam membuat makalah. Juga yang tidak kalah pentingnya! Kedua istilah ini merupakan istilah yang wajib dipahami dengan baik sebagai dasar dalam memahami filsafat moral, mengapa wajib dipahami? Untuk menghindarkan kesalahpahaman dalam memahami literatur baik yang berbahasa Indonesia mau pun berbahasa Inggris.

Istilah Amoral

Dalam website ensiklopedia terbesar, Wikipedia, Amoral didefinisikan sebagai Immoralism is a system that does not accept moral principles and directly opposes morality, while amoralism does not even consider the existence of morality plausible. Menurut Bertens dalam buku Etika karangannya, bahwa amoral artinya tidak berhubungan dengan konteks moral (2002:7). Tidak berhubungan bagaimana? Anda melihat saya sedang meninju lantai, apakah Anda akan bilang bahwa itu berhubungan dengan moralitas? Tentu tidak, oleh karenanya Anda bisa menyebut bahwa saya sedang melakukan hal amoral. Untuk memahaminya lebih mudah lagi, istilah amoral bisa dikaitkan dengan kata berikut:

  • Tidak mempunyai relevansi etis (Bertens, 2002:8)
  • Tidak berkaitan dengan masalah moral
  • Bebas moral

Istilah Immoral

Masih dari Wikipedia yang mendefinisiakan bahwa immoral adalah fervently rebels against any sort of moral code. Yup, pemberontakan atau lawan dari sikap bermoral. Barulah benar jika Anda mengatakan, bahwa saya melakukan tindakan yang immoral apabila saya memukul anak kecil yang tidak bersalah. Istilah lain yang menjadi acuan dalam memahami istilah immoral adalah:

  • Tidak etis
  • Jahat
  • Tidak bermoral
  • Tidak berakhlak
Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

Satu tanggapan untuk “Istilah Filsafat Moral: Amoral dan Immoral”

  1. wewe
    September 7th, 2013 at 06:02 | #1

    contoh amoralnya sama immoral banyakin dong please

Silakan Beri Komentar