2 Prinsip Etika: Absolutisme Etika dan Relativisme Etika
Ada 2 prinsip etika yang akan terus abadi untuk diperdebatkan yaitu absolutisme etika dan relativisme etika. Kedua prinsip ini merupakan prinsip yang saling bertentangan satu sama lain. Adanya pertentangan ini disebabkan oleh perbedaan pandangan tentang moral. Keberadaan kedua prinsip etika ini secara tak sadar mau pun disadari sudah ada kira-kira sejak tahun 500 SM, para filsuf yang terkait hal ini diantaranya adalah Hecataeus, Protagoras, dan Herodotus, mereka berasal dari Yunani.
Relativisme Etika
Dasar katanya adalah relatif (berkaitan dengan … /tergantung kepada … ). Relativisme itu sendiri berarti paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak, mulai dari pengetahuan mau pun prinsip. Terkait dengan istilah relativisme etika, Shomali telah memberikan definisi yang cukup mudah dipahami yaitu “relativisme etika adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara universal; kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau pilihan individu” (2005:33). Â Untuk memahami gambaran besar relativisme etika maka perhatikan contoh berikut:
- Membunuh itu bisa benar dan juga bisa salah tergantung apa tujuan orang melakukan pembunuhan
- Orang Callatia memakan ayah mereka yang telah mati sebagai penghormatan dan kebanyakan dari tanggapan kita terhadap hal itu adalah tidak bermoral. Tetapi bagi orang Callatia membakar atau mengubur orang mati adalah perbuatan menakutkan dan menjijikkan atau tidak bermoral
Absolutisme Etika
Sedangkan absolutisme berasal dari dasar kata absolut yang artinya mutlak merupakan paham yang percaya bahwa segala sesuatu yang ada itu memiliki sifat mutlak dan universal. Dengan ini, absolutisme etika dapat didefinisikan sebagai paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal, berlaku untuk siapa saja, dan di mana saja. Tidak ada tawar menawar dalam prinsip ini, juga tidak tergantung pada adanya kondisi yang membuat prinsip moral dapat berubah. Untuk memahami gambaran besarnya silakan diperhatikan contoh berikut:
- Bagaimana pun dan apa pun alasannya membunuh adalah perbuatan tidak bermoral
- Memperkosa adalah perbuatan yang keji dan tidak bermoral
- Mengambil hak orang lain adalah perbuatan yang tidak bermoral
Untuk memahami antara relativisme etika dan absolutisme etika silakan bandingkan masing-masing contoh keduanya dan silakan mengambil kesimpulannya. Silakan baca juga perbedaan antara amoral dan immoral dalam ranah filsafat moral untuk memahami dasar etika.
Daftar Pustaka
Shomali, A. Mohammad. 2005. Relativisme Etika. Penerbit: Serambi. Jakarta
AUTHOR
aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)


Artikel Sebelumnya


Ywudah, ngikut yang absolutisme etika ajah ah…
hhehehe silakan
Saya baru belajar banyak tentang filsafat setelah sering berkunjung kesini.
makasih banyak prill…
Nah… loh… koment saya yang tadi masuk nggak??
Padahal saya koment bahwa, saya baru banyak belajar tentang filsafat setelah sering berkunjung kesini…. gitu deh.
makasih banyak prill…
hehhehe,, masuk semuanya kok pak iwan.. sama-sama Pak iwan.. senang rasanya kalau bisa berguna bagi orang lain..
aku ga’ trLaLu ngerti fiLsafat jD mohon panduannya yach…