Biografi Herbert Marcuse Tokoh Teori Kritis

Teori kritis merupakan salah satu aliran filsafat. Teori kritis juga dikenal sebagai aliran Frankfurt atau mahzab Frankfurt dikarenakan basis perkumpulannya di Frankfurt yaitu pada Institut für Sozialforschung. Aliran yang merupakan turunan dari Neomarxisme ini baru menjadi perhatian pada tahun 1961 ketika pada tahun ini diadakan pertemuan Deutssche Gesselschaft für Soziologie, yang pada pertemuan ini terjadi perseteruan antara Adorno dan Karl Popper. Perseteruan ini pun akhirnya masuk ke dalam sejarah filsafat jerman sebagai Der Positivismusstreit in der deutschen Soziologie yang dalam bahasa Indonesia berarti perdebatan positivisme dalam sosiologi Jerman (Magnis-Suseno, 1992:161). Itulah pemaparan secara singkat sejarah teori kritis, dengan membaca sejarah ini maka perspektif teori kritis baru bisa dipahami lebih jauh lagi.

Para filsuf yang terlibat dalam teori kritis secara langsung adalah Max Horkheimer, Theodor Wiesengrund Adorno, Herbert Marcuse, dan Jürgen Habermas. Sedangkan yang terlibat secara tidak langsung yaitu Karl Marx, oleh karena itu maka ada pula orang yang menyebut teori kritis Karl Marx meski pun penyebutan ini rasanya tidak enak untuk didengar :cool:. Kali ini akan dipaparkan sedikit biografi Herbert Marcuse yang merupakan filsuf teori kritis yang terkenal.

Biografi Herbert Marcuse

Herbert Marcuse dilahirkan di Berlin dari seorang ayah bernama Carl Marcuse dan ibu bernama Gertrud Kreslawsky dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi. Pada 1916 ia direkrut menjadi tentara Jerman, tetapi hanya bekerja di horse stable di Berlin selama Perang Dunia I. Ia kemudian menjadi salah satu anggota dari Soldier Council yang ikut dalam pembatalan pemberontakan Spartakus sosialis.

Ia menyelesaikan tesisnya untuk meraih gelar Ph.D. di Universitas Freiburg pada 1922 di German Künstlerroman setelah itu ia pindah kembali ke Berlin, di mana ia bekerja dalam bidang penerbitan. Pada tahun 1924 ia menikah Sophie Wertheim, seorang yang berkecimpung di ilmu matematika. Ia kembali ke Freiburg pada 1928 untuk belajar dengan Edmund Husserl dan menulis habilitasi dengan Martin Heidegger yaitu Hegel’s Ontology and Theory of Historicity yang diterbitkan pada tahun 1932. Studi ini ditulis dalam konteks renaisans Hegel yang terjadi di Eropa dengan penekanan pada ontologi Hegel tetang kehidupan dan sejarah, teori semangat idealis (idealist spirit of theory) dan dialektika. Karier akademisnya diblokir oleh kebangkitan Reich Ketiga pada tahun 1933, sehingga pada tahun itu juga ia 1933 bergabung dengan Frankfurt Institute of Social Research.

Pada tahun 1933, Marcuse menerbitkan tinjauan besar pertama, Marx’s Economic and Philosophical Manuscripts of 1844. Dalam tinjauan ini, Marcuse merevisi penafsiran Marxisme, dari sudut pandang karya-karya awal Marx. Tinjauan ini membantu dunia melihat bahwa Marcuse menjadi salah satu pencetus teori yang paling menjanjikan pada masa itu.

Selama menjadi anggota Institute of Social Research, Marcuse mengembangkan sebuah model untuk teori sosial kritis, menciptakan teori yaitu the new stage of state dan monopoli kapitalisme, menggambarkan hubungan antara filsafat, teori sosial, dan budaya kritik, dan memberikan analisis dan kritik terhadap fasisme Jerman. Marcuse bekerja erat dengan filsuf teori kritis selama mengerjakan teorinya di institut tesebut.

Daftar Pustaka

Tags: , , , , , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

14 tanggapan untuk “Biografi Herbert Marcuse Tokoh Teori Kritis”

  1. December 22nd, 2009 at 01:16 | #1

    Manggut-manggut.. mikir.. manggut-manggut.. mikir..

    • December 22nd, 2009 at 11:04 | #2

      hehehee.. ga usah dipikirin tapi dibaca aja.. ehhehehe :cool:

    • December 24th, 2009 at 04:35 | #3

      Aku sudah baca berulang-ulang prill..
      Tapi kayaknya semua kisah ini baru saya temukan disini.

      Makasih banyak.

  2. December 22nd, 2009 at 08:53 | #4

    seingatku, pernah denger namanya ini waktu SMA duluuuu

    • December 22nd, 2009 at 11:06 | #5

      wah.. pernah SMA toohh bang atta.. kirain langsung kerja.. whuwhuwuwhwuueheuheue :cool:

    • December 23rd, 2009 at 04:18 | #6

      jiahahahahaha mentok mpe disitu aja

      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol:
      :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

  3. December 22nd, 2009 at 15:42 | #7

    saya belum pernah dengar tuchh,, makasih ya .
    nice info….
    ;-) ;-)

  4. quinie
    December 23rd, 2009 at 15:17 | #8

    hm.. semuanya tentang filsafat ya? kaga ada tentang curhat2an ya?

    • December 23rd, 2009 at 19:32 | #9

      ada tentang curhat-curhatan di bagian intermezzo .. eheheh :cool:

    • December 24th, 2009 at 03:20 | #10

      lho ada curhatan juga ya

  5. December 24th, 2009 at 03:21 | #11

    pagi menjelang siang
    datang dengan perut laperrrrrrrrrrrr

  6. December 24th, 2009 at 09:35 | #12

    Bagoooooosss…
    Makin mantep aja ni artikelnya… Langkah awal buat jadi dosen filsafat ya prill, hehe… :razz:

    Btw itu kok kartun di halaman muka mirip kamu banget? Bikinnya pake aplikasi apa prill?

  7. December 24th, 2009 at 12:48 | #13

    wahhh mantaps isi nya mas :)

  8. December 25th, 2009 at 00:30 | #14

    Terimakasih pril! Mo bikin juga ah… hehe…

Silakan Beri Komentar