Definisi Etika: Pengenalan Terhadap Filsafat Moral

Latar belakang saya membuat tulisan singkat ini adalah bahwa saya melihat banyak orang masih salah kaprah mengartikan etika. :((

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ethos yang dalam bentuk tunggal memiliki banyak arti: tempat tinggal, padang rumput; kebiasaan, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Sedangkan dalam bentuk jamak di tuliskan ta etha yang artinya adalah adat kebiasaan (Bertens, 2002:4). Secara etimologis itulah artinya, tetapi ini belum cukup untuk memahami etika. B-)

Etika bisa memiliki banyak arti dan tentu saja arti tersebut saling berkaitan. Pertama, etika bisa dijelaskan sebagai cara pandang manusia atau sekelompok manusia terhadap dua hal yaitu baik dan buruk; kedua, etika merupakan ilmu dalam mempertimbangkan perbuatan manusia sehingga bisa dinilai baik atau buruknya; ketiga, etika adalah ilmu untuk mengkaji berbagai norma yang ada dalam masyarakat; keempat, etika merupakan pegangan nilai yang universal atau umum bagi suatu masyarakat.

Wikipedia memberikan definisi yang saya pikir bagus untuk diketahui:

Ethics is a branch of philosophy which seeks to address questions about morality, such as what the fundamental semantic, ontological, and epistemic nature of ethics or morality is (meta-ethics), how moral values should be determined (normative ethics), how a moral outcome can be achieved in specific situations (applied ethics), how moral capacity or moral agency develops and what its nature is (moral psychology), and what moral values people actually abide by (descriptive ethics).

Artinya

Etika adalah salah satu cabang filsafat yang mendalami pertanyaan tentang moralitas, mulai dari dasar bahasa yang dipakai, ontologi, dan hakikat pengetahuan terhadap etika atau moral (biasa disebut sebagai meta-etika), bagaimana seharusnya nilai moral dibatasi (etika normatif), bagaimana akibat (konsekuensi) moral dapat muncul dalam satu situasi (etika terapan), bagaimana kapasitas moral atau pelaku (manusia) moral dapat mengeluarkan pendapat dan apa hakikatnya (psikologi moral), dan memaparkan apa nilai moral yang biasanya dipatuhi oleh orang (etika deskriptif).

Penggambaran Maksud Etika dengan Membandingkan Perbedaannya dengan Etiket

Seringkali orang salah dalam menggunakan kata etika. Kata etika disamakan dengan kata etiket [-( padahal keduanya berbeda. Misalnya seperti ini, “budi memberikan uang kepada ibu dengan tangan kirinya” Orang kerap kali berbicara “itu perbuatan orang yang ga punya etika”. Padahal satu perbuatan yang bersifat jasmani dan tata cara merupakan etiket, bisa saja di lain tempat memberikan sesuatu dengan tangan kiri tidak dipermasalahkan. Sedangkan etika bersifat universal seperti misalnya “jangan sakiti perasaan orang lain”, “mencintailah dengan tulus”, “berbaktilah kepada orang tua”, “bersikaplah dengan bijak”, tentu saja ini bisa diterima oleh nalar dan perasaaan seluruh manusia. Tidak akan ada yang menganggap bahwa perbuatanmencintai dengan tulus itu buruk. ;)

Sebaliknya dengan etiket, kalau orang Arab yang sesama teman lelaki biasanya cipika-cipiki (cium pipi kanan dan cium pipi kiri), tetapi kalau bentuk seperti itu dilakukan oleh sesama orang Perancis atau Amerika bisa-bisa mereka dianggap homoseksual =)). Bentuk perbuatan etiket orang Arab seperti itu sebenarnya memiliki makna yaitu “menghargai persahabatan”. Orang Perancis dan Amerika pun setuju dengan “menghargai persahabatan” tetapi cara mereka berbeda, mungkin dengan berjabat tangan erat atau cara lainnya. Dari sini cara disebut etiket, sedangkan sikap atau pandangan “menghargai persahabatan” :”> merupakan letak sisi etisnya.

Dengan sedikit ulasan ini saya harap orang bisa lebih mengerti tentang etika ;)

Pustaka: Bertens, Keis. Etika. Jakarta: PT Gramedia. 2002.

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

20 tanggapan untuk “Definisi Etika: Pengenalan Terhadap Filsafat Moral”

  1. April 9th, 2009 at 05:18 | #1

    mana yang baik
    mana yang buruk
    mana yang patut
    mana yang tidak patut

    tetapi etiket dah jelas tidak ada hubungannya dengan e-tiket yang dijual online

  2. April 9th, 2009 at 05:29 | #2

    ya bener begitulah.. oh iya bener ternyata saya baru sadar, bahwa etiket ternyata bisa jadi e-tiket.. waduh duh cuma beda satu karakter aja yah padahal :)) :)) =))

  3. April 9th, 2009 at 09:42 | #3

    Weh, tulisan yg bagus! good..good.. ga sia-sia ngambil fokus studi etika, hehehe…

  4. April 9th, 2009 at 10:14 | #4

    iya dumss ditt,, kan etikuss.. wow… online mania jg ya ternyata..!! [-(

  5. April 9th, 2009 at 12:30 | #5

    Hehe.. iseng aja ken, kalo pas di warnet biasanya si online terus…
    kamu jgn keseringan ol tuh, urusin skripsinya dulu, Hwahahaha…

  6. April 10th, 2009 at 00:39 | #6

    o… jadi yang selama ini kita bilang kaga beretika, itu maksudnya tidak beretiket? hm… nice posting… sayah juga baru tau.

    Salam kenal yaa… btw, nice blog, pake template yg model2 magazine gitcu ya. iklannya juga ga terlalu banyak, good good… :) keep blogging yaaaa….

  7. April 10th, 2009 at 01:39 | #7

    iya.. misalnya kalo meletakkan kaki di meja ketika makan nah, itu tidak punya ketika makan. Nah “cara” atau “kelakuan” ini yang disebut etiket. Dan etiket tidak universal seperti etika, mungkin ada dibudaya lain meletakkan kaki di meja itu tidak berarti apa2. untuk memahami lebih jauh bisa dibandingkan etiket orang jepang dengan orang amerika.

  8. April 11th, 2009 at 02:42 | #8

    o.. begitu toh is. yayayaya sayah mengerti

  9. April 11th, 2009 at 09:12 | #9

    bermanfaat kok is. Kok tumben kaga marah2? xixixi

  10. April 14th, 2009 at 00:14 | #10

    Waaaaaaaaa… jadi seneng berkunjung kesini banyak pelajaran yang bisa dipetik…..
    bd…bd…bd…

  11. October 7th, 2009 at 12:17 | #11

    Degradasi moral terutama moral pelajar merupakan masalah yang serius bagi bangsa kita saat ini

  12. Widiadea
    April 11th, 2010 at 17:16 | #12

    gha da

  13. April 18th, 2010 at 16:57 | #13

    wah, isi websitenya membantu sekali :D *pusing baca bertens ga ngerti-ngerti hohoho* makasih ya :wink:

  14. jeine laura
    April 19th, 2010 at 10:46 | #14

    pelajaran etika sangat bermanfaat di lingkungan keluarga maupun dalam masyarakat……..ok poex :wink:

  15. syamiel buamona
    October 6th, 2010 at 10:41 | #15

    jadi senang berkunjuung ke sini, soalnya banyak ilmu yang aku dapat

  16. April 3rd, 2011 at 20:14 | #16

    Salam kenal .. mau tanya ? dapet tugas cari kasus pelanggaran etika, kemudian dibuat makalah ditinjau dri etika, etiket, moral, hukum, dan agama?
    bisa kasih contoh? ga ngerti :(
    Deadline ! tHank’z :)

    • April 4th, 2011 at 11:25 | #17

      Pelanggaran etika itu bisa merupakan pelanggaran etika saja, tetapi juga bisa sekaligus pelanggaran etiket, moral, hukum, dan agama. Contohnya pembunuhan dari segi etiket, moral, hukum, dan agama, pembunuhan sama sekali tidak dibenarkan. Lain halnya dengan ketika sedang ngobrol berdua ngegosipin orang lain, dari segi etika memang tidak baik, dari segi agaama tertentu pun tidak baik, tetapi dari segi hukum tidak salah karena memang tidak melanggar.

  17. April 9th, 2009 at 15:15 | #18

    Skripsi urusan sekarang.. kalo OL ya pasti OL terus.. heuheuehuehueh.. tapi ga de.. harus hemat listrik ehueheue

  18. April 11th, 2009 at 03:57 | #19

    sipppp ada yang mengerti…. saya sangat senang, apabila tulisan saya bermanfaat :)

  19. April 11th, 2009 at 09:38 | #20

    nah mulai kan is is is… :(( [-( x(

Silakan Beri Komentar