Alasan Adanya Perbedaan

Seringkali orang bertanya mengapa sih perbedaan itu ada? Oleh karena itu saya akan mencoba menjawabnya secara tidak langsung.. :)

  • Kalau saya dengan kamu sama, berarti kamu beruntung bisa seganteng saya
  • Kalau saya memilih untuk mati, berarti kamu tidak hidup dan artinya tidak ada manusia
  • Kalau saya pilih lagu dangdut, berarti musik takkan berkembang karena semuanya cuma ingin dangdut
  • Kalau saya suka sama Luna Maya atau Cinta Laura, berarti akan saling tuding dan bunuh untuk mendapatkan cintanya. Ya.. mungkin seperti pak Antasari Azhar yah
  • Kalau saya suka makan daun singkong tiap hari 0.1 kg, berarti ada 600 jt kilogram daun singkong yang dibutuhkan oleh penduduk dunia setiap harinya, karena penduduk dunia kira-kira ada 6 Milyar orang.
  • Kalau saya lelaki, maka tidak akan ada keturunan setelah saya
  • Kalau saya buat judul skripsi Etika E-Commerce atau Etika Bisnis Ditinjau Dari.. Maka ga bakal ada yang lulus karena semua judul sama
  • Kalau saya pintar memasak, maka tidak ada restoran dan ibu-ibu kehilangan Job nya
  • Kalau saya curigaan, tidak akan ada rasa percaya di antara kita
  • Kalau saya cinta, maka semua orang akan bercinta.. jiakakakaka (ini yang goblok).. :)) :))
  • Jika anjing bentuknya sama dengan monyet, maka bagaimana membedakan monyet dan anjing?
  • Jika kejahatan sama dengan kebaikan, maka bagaimana membedakan kejahatan dengan kebaikan?
  • Jika manusia adalah Tuhan Yang Maha Bisa, maka akan terus ada perang antara Tuhan.
  • Jika saya suka meludah sembarangan, maka jalanan akan banjir ludah.. ciiihhhhh joroookk!! x(
  • Saya suka membawa motor dengan kecepatan rata-rata 120 km/jam, maka akan terjadi kecelakaan terus-menerus
  • Jika cinta sama dengan benci, maka apa makna cinta?

Yah, saya sih ga pintar-pintar amat tapi cukup mengerti kenapa HARUS ada perbedaan. Semua itu ada sebab dan akibat.. wah berarti saya seorang ustadz atau pendeta atau pemuka agama? Ah tidak, saya hanya orang religius yang percaya adanya sebab pertama atau Causa Prima atau yang besar transenden. Bagi orang yang ber-Tuhan seharusnya percaya ada sebab dan akibat. Tetapi kalau orang yang atheis tidak mempermasalahkan hal ini terlalu jauh karena untuk apa? Toh ga percaya.. Hehe :) Lalu adanya perbedaan itu adalah rencana Tuhan? Mana saya tau memangnya saya Tuhan?! Tetapi yang jelas haruslah ada perbedaan sehingga hidup ini bisa saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain sebagai tanda bahwa hidup ini adalah persoalan dan dinamika sosial.

Tingkyuuu ;)

Tags: , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

15 tanggapan untuk “Alasan Adanya Perbedaan”

  1. May 5th, 2009 at 14:23 | #1

    yang terakhir maksute opo toh sweetheart? cinta tapi benci sama hannimu geto?

    tega banged dah sweetheart :(( :(( :(( :((

  2. May 5th, 2009 at 14:49 | #2

    Intip nih sweetheart ;)

  3. May 5th, 2009 at 14:52 | #3

    bah, kok gak keluar sih? aahhhhhhhh! Ya udah kasih liriknya ajah nih ;):

    menghitung hari detik demi detik
    menunggu itu kan menjemukan
    tapi ku sabar menanti jawabmu
    jawab cintamu

    jangan kau beri harapan padaku
    seperti ingin tapi tak ingin
    yg aku minta tulus hatimu
    bukan pura-pura

    reff: jangan pergi dari cintaku
    biar saja tetap denganku
    biar semua tahu adanya
    dirimu memang punyaku

    jangan kau beri harapan padaku
    seperti ingin tapi tak ingin
    yg aku minta tulus hatimu
    bukan pura-pura

    repeat reff

    belum pernah aku jatuh cinta
    sekeras ini seperti padamu
    jangan sebut aku lelaki
    bila tak bisa dapatkan engkau
    jangan sebut aku lelaki

    Liriknya sapa hayo???? ;)

  4. May 5th, 2009 at 14:58 | #4

    butang emas tuh untuk mosting buku
    “Butang Emas : Warisan Budaya Melayu Kepulauan Riau”
    jarang diperhatikan, cuma sekedar ketik ulang buku itu

  5. May 5th, 2009 at 15:01 | #5

    tes

  6. May 5th, 2009 at 15:55 | #6

    @hanni:looohh.. itu kan hanya pernyataaan aja kokk… :) itu lagunya si Anda yah?? menghitung hari.. tapi kok mirip Melly Gouslaw yang menghitung hari juga yah.. heuehuhe..
    @bang atta: oooo ketik ulang buku itu toh.. eh ada butang emas.. hehee

  7. May 5th, 2009 at 23:49 | #7

    Jika seluruh monyet jadi manusia, maka manusia akan menjadi…. menjadi tambah buanyak dong. Iya nggak? nggak khan…

  8. May 6th, 2009 at 03:52 | #8

    Sebenarnya tuhan menciptakan sesuatu tanpa adanya perbedaan tetap mampu(kuasa) kok…..
    tuhan mencipta sekehendaknya…
    sebab akibat hanya sunnatulloh saja, tak mutlak…
    contoh…sebab benda dijatuhkan dari atas akibatnya akan jatuh kebawah(hukum gravitasi, kata ilmuwan).Tapi semuanya itu nggak mutlak toh….hanya hukum sebab akibat saja atau sunnatulloh.

  9. May 6th, 2009 at 05:50 | #9

    hihihih…
    kalo kata bapak saya (becandaan beliau), perbedaan diciptakan untuk : pepak-pepak donya (variasi dunia)

    katanya kalo semua sama tentu bosenin…

  10. May 6th, 2009 at 08:32 | #10

    nah itu.. bapakmu benar.. pasti banyak pengalaman bapakmu itu..! :)

  11. May 6th, 2009 at 12:16 | #11

    Perbedaan itu muncul kan untuk mempererat persatuan. Saling menutupi kelemahan lainnya, dang saling membantu untuk mencapau tujuannya.
    Salam..

  12. May 6th, 2009 at 15:42 | #12

    benar bang fiko.. salah satunya itu..!

  13. October 27th, 2009 at 02:05 | #13

    yg pasti perbedaan itu indah. perbedaan itu membuat hidup penuh rona. halaah..omong apa ini.
    btw, kamu tuh cocok jadi ahli filsafat lho.

    • October 27th, 2009 at 02:41 | #14

      perbedaan itu memang indah….. tapi ada juga yang tidak indahnya kalau saya menerjemahkannya dengan kata eksotis..
      terima kasih bu fanny.. jadi tersipu malu nih….

  14. May 6th, 2009 at 04:14 | #15

    @buwel: boleh juga dipertimbangkan, tetapi kalau kategori percaya bahwa itu adalah sunatulloh berarti sudah masuk ranah iman yang artinya penjelasan lebih agamis dan tidak bisa diperdebatkan lagi karena hanya dengan percaya kita bisa
    @pak iwan: ya bisa seperti itu pak, kalau semua binatang jadi manusia,, ya repot,, itung aja jumlah semut ada brapa.. :))

Silakan Beri Komentar