Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Cara Efektif Merayu Di Tempat Kerja

    Sejak kaum wanita mulai memasuki dunia kerja di tahun 50-an, dunia kerja telah menjadi salah satu obat perangsang paling potensial yang bisa dibayangkan. Cara ini cocok dengan salah satu prinsip dalam merayu: Fokus tidak diberikan pada partner merayu atau pun pada diri Anda sendiri, namun lebih kepada orang ketiga, isu, atau aktivitas yang lain. Dunia kerja memnuhi syarat ini dengan sempurna.

    Namun merayu dalam dunia kerja tetap saja terikat dengan beberapa ketidakleluasaan. Anda harus bisa mengharigai kerja Anda dengan memberikan kontribusi penuh terlebih dahulu terhadap pekerjaan Anda. Jangan sampai Anda melupakan kewajiban membuat laporan kerja tahunan gara-gara Anda keasyikan merayu. Namun jika Anda merasa bisa menyeimbangkan antara keduanya, sejauh menyangkut kegiatan merayu, batasnya adalah langit.

    Merayu membuat orang-orang yang berbeda merasa satu. Anda dapat merayu dengan siapa saja, mulai dari sekretaris sampai dengan Komisi Pemegang Saham di perusahaan Anda, dengan Kepala Personalia atau dengan asisten pribadi Anda.

    Lagipula tahukah anda kalau kebanyakan hubungan kerja yang menyenangkan antara pria dan wanita sebenarnya mengandung unsur rayu-merayu yang mengikat mereka? Dalam hubungan kerja yang menyenangkan, baik pria mau pun wanita selalu mengekspresikan penghargaan mereka terhadap satu sama lain; itu namanya merayu! Mereka mengetahui garis besar situasi kerja masing-masing, yang juga berarti mereka tahu kapan kegiatan merayu harus berhenti. Hal ini disebut “penutup rayuan”; karena melindungi kegiatan merayu Anda sedemikian rupa sehingga akan terus berlangsung, namun selalu di bawah kontrol dan tidak dalam situasi mengancam.

    Tapi kadang sebagian dari kita yang tidak dapat menahan diri untuk merayu. Memang sangat sulit. Anda disarankan untuk melakukan rayuan di waktu-waktu paling ‘bebas’ dari kegiatan merayu. Jangan merayu di dekat mesin pembuat kopi; malah dengan tidak melakukannya Anda memberi kesan keren kepada incaran Anda. Jangan pernah melakukan rayuan di pesta kantor (tapi seminar sehari atau workshop adalah surga bagi semua perayu). Juga jangan pernah merayu selagi Anda berjalan pulang atau ketika berada dalam lift menuju tempat parkir. Kenapa tidak? Karena semua orang melakukannya. Lagipula, hal itu dapat memberi kesan pada orang tersebut bahwa Anda tidak sibuk malam itu. Meski pun waktu merayu paling baik adalah pada saat jam pulang kantor (sekitar jam 5 sampai dengan jam 7 sore), namun jika pada jam-jam itu setiap harinya Anda telah meninggalkan kantor untuk pulang, maka jam merayu Anda bisa dipindahkan sampai dengan jam 4 sore. Ditambah dengan sedikit manuver cantik untuk target rayuan selama Anda berada di lingkungan kantor. Kecuali ada alasan tepat yang membuat Anda harus beraksi, merayu harus Anda lakukan ketika Anda sedang berdua saja. Kalau tidak, gosip akan cepat sekali menyebar bahwa Anda menyukai target meski sesungguhnya itu adalah hal yang sedang terjadi. Waktu yang juga baik untuk merayu adalah pada saat Anda berdua sedang mendiskusikan suatu proyek, masalah, atau isu yang pelik. Merayu pada saat dia datang ke meja Anda hanya untuk meminta penjepit kertas sia-sia saja dan dapat disalahartikan. Dalam dunia kerja peraturannya adalah; setiap orang melakukan rayuan setiap waktu. Manuver rayuan yang saling timbal balik terjadi setiap waktu di semua tempat.


    AUTHOR

    aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

    Artikel Terkait

    • 3 Cara Menjadi Perayu Ulung: Mata, Nama, dan Pertanyaan
    • Cara Menjadi Perayu Ulung Dengan Sanjungan
    • Intro 20 Cara Menjadi Perayu Ulung
    • Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme
    • Metode Berpikir Kritis Ala Filsafat
    • Lagi! Tiga Cara Merayu Agar Menjadi Perayu Ulung
    • Menjadi Perayu Ulung: Jabatan Tangan Itu Penting

    7 tanggapan untuk “Cara Efektif Merayu Di Tempat Kerja”

    1. quinie
      July 22nd, 2009 at 00:30 | #1
      Reply | Quote

      pertamax dong
      bacanya ntar ajah, gua udah kesiangan nih mo ngantor duyu. lagian dari semalem ga bisa muyu siiihhh seeebeeell

    2. quinie
      July 22nd, 2009 at 12:19 | #2
      Reply | Quote

      holaaa.. gua dah pulang kantor…
      hm.. panjang juga ya? gua mandi duyu dah, ntar baca lagih…

    3. attayaya
      July 22nd, 2009 at 12:24 | #3
      Reply | Quote

      wah kalo bos yg merayu sekretarisnya gimana neh?????

    4. quinie
      July 22nd, 2009 at 12:58 | #4
      Reply | Quote

      ah ga ngerti….

    5. iswandi
      May 31st, 2010 at 22:12 | #5
      Reply | Quote

      tolong cari kan saya seorang pacar yang setia dalam keadaan susah maupun senang

    6. iswandi
      May 31st, 2010 at 22:14 | #6
      Reply | Quote

      saya sedang ingi mencari seorang gadis yang mencintai saya apa ada nya dan beragama islam

    7. iswandi
      May 31st, 2010 at 22:18 | #7
      Reply | Quote

      aku orangnya kurang pede but aku jujur dan setia serta muslim dan tidak sombong klo ada yang beranggapan lain itu mungkin hanya prasangka seseorang aja niat buruk orang aja yang ingin aku dipandang jelek oleh orang disekitarku dan masyarakat setempat :roll: :-?

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs