Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Deskripsi Relativisme Kognitif Dalam Ranah Etika

4 August 2009 04:08 PM - oleh aprillins Ada 10 tanggapan

Relativisme kognitif adalah pandangan yang menekankan relativitas kebenaran secara umum. Ia menekankan bahwa tidak ada kebenaran universal atau pengetahuan tentang dunia. Dunia hanyalah tunduk pada berbagai penafsiran, karena ia tidak mempunyai sifat intrinsik dan tidak ada seperangkat norma epistemik yang secara metafisis lebih istimewa daripada yang lain. Mengenai sejarah relativisme kognitif, L. P. Pojman menulis:

Tokoh Sofis Yunani, Protagoras, orang pertama dalam sejarah yang menganut pandangan semacam itu, mengatakan “manusia adalah ukuran segala sesuatu: ukuran segala sesuatu secara apa adanya, dan ukuran sesuatu yang bukan sebagaimana adanya.” Nelson Goodman, Hilary Putnam, dan Richard Rorty adalah para filsuf kontemporer yang menganut beberapa versi relativisme. Rorty misalnya, mengatakan bahwa “‘kebenaran objektif’ tak lain hanyalah gagasan terbaik yang kita miliki mengenaik cara menjelaskan apa yang tengah terjadi” (Pojman, 1996, hlm. 690).

Uraian selayang-pandang mengenai literatur topik ini menyatakan bahwa pada abad ke-19 dan terlebih lagi pada abad ke-20, jumlah filsuf yang menganut relativisme kognitif bertambah. Mereka memiliki kesadaran yang lebih baik tentang keragaman budaya, moral, dan pandangan-dunia, mempertimbangkan “Revolusi Kopernikan” versi Kant secara lebih serius (dan menarik semua implikasinya), dan mengkritik filsafat sains yang positif, yang dianggap sebagai faktor penting yang memberi kontribusi terhadap perkembangan relativisme kognitif pada filsafat kontemporer. Akan tetapi, seperti yang akan saya jelaskan kemudian dalam kajian tentang sejarah relativisme etika, kebanyakan filsuf selalu menghadapi persoalan serius dalam mempertahankan relativisme. Apalagi pada paruh kedua abad ke-20, dukungan terhadap relativisme mulai merosot.

Meski pun topik buku ini adalah relativisme etika, namun akan ditelaah lebih jauh relativisme kognitif pada pembahasan saya mengenai konsep kebenaran relatif. Kritik khas terhadap relativisme kognitif adalah bahwa ia dengan sendirinya terbantah, sebab ia menampilkan berbagai pernyataannya secara universal benar, dan bukan relatif semata.

Saya sadur deskripsi Relativisme Kognitif menurut Mohammad A. Shomali dalam bukunya Relativisme Etika.


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • Protagoras: Manusia adalah Ukuran Segala Sesuatu
  • Relativisme Budaya dalam Etika: Sebuah Studi Kasus
  • Makna Moralitas dan Lima Ciri Standar Moral
  • Bermoralkah Pemujaan Sarana di atas Tujuan?
  • Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis
  • Teori Etika Lingkungan Biosentrisme

10 tanggapan untuk “Deskripsi Relativisme Kognitif Dalam Ranah Etika”

  1. ella
    August 4th, 2009 at 19:05 | #1
    Reply | Quote

    april……berat nih postingannya…gw dah pusing gara2 lembur ampe jam 2 pagi nih….

    fuuhh…met malam..eh salah..met dini hari hehh

  2. quinie
    August 4th, 2009 at 22:27 | #2
    Reply | Quote

    huwaaaattt? ga pertamax lageee?
    is lu posting jam brapa sih?

  3. quinie
    August 4th, 2009 at 22:30 | #3
    Reply | Quote

    hm…. ga dapet intinya dari postingan ini. pake contoh dooong

  4. quinie
    August 4th, 2009 at 22:33 | #4
    Reply | Quote

    ini blog ada orangnnya ga siiiiiihh? SPADAAAAAA… helllowww…. kok ada tamu ga disuguhin makanan??? :p

  5. buwel
    August 5th, 2009 at 09:28 | #5
    Reply | Quote

    halow kak sya….kakakakakkakak!!!

  6. buwel
    August 5th, 2009 at 09:31 | #6
    Reply | Quote

    ya udah mas april, di tunggu bedah nya selanjutnya…. :)

  7. tukang komen
    August 5th, 2009 at 13:19 | #7
    Reply | Quote

    abot timen rek…. muyumet aku…mas…. mampir ae yo…

  8. attayaya
    August 5th, 2009 at 13:34 | #8
    Reply | Quote

    2 hari ga BW
    badan rasanya jadi gatal deh

  9. liana
    March 17th, 2010 at 20:42 | #9
    Reply | Quote

    pusiiiiiiiing :?:

  10. joyo
    May 24th, 2010 at 13:15 | #10
    Reply | Quote

    pusing moco filsafat…..

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs