Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Esensi Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-64

16 August 2009 02:08 AM - oleh aprillins Ada 10 tanggapan

n1473700049_3726Besok tanggal 17 Agustus adalah sebuah tanggal monumental yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka semenjak tahun 1945. Sebagai makhluk Indonesia yang baik sudah seharusnya kita memperingatinya dengan sepenuh jiwa. Kita dapat memperingatinya dengan cara, bukan hanya mengadakan acara, tetapi juga dengan cara merenung. Perenungan kita adalah perenungan terhadap esensi Kemerdekaan Indonesia. Apakah sesungguhnya kemerdekaan itu? Sudahkah orang tahu mengapa bangsa Indonesia ingin meraih kemerdekaan?

Esensi hari kemerdekaan Indonesia ini sesungguhnya adalah terbebasnya bangsa Indonesia dari segala aspek penjajahan. Zaman sebelum tahun 45 dulu, Indonesia belum merdeka dari penjajahan fisik, penjajahan yang sifatnya umum dan klasik. Sebuah penjajahan yang langsung berimbas kepada fisik manusia, adanya kekerasan yang dilakukan pada orang Indonesia, adanya perbudakan, dan masih banyak lagi. Tetapi sekarang kita bisa berpikir lagi, apakah memang betul kita sudah terlepas dari penjajahan? Tentu saja tidak, penjajahan abad 21 ini dimulai dengan cara-cara non fisik yaitu dengan cara:

  • Agresi secara politik
  • Penekanan kebijakan ekonomi pemerintah oleh politik dari luar negeri
  • Penyebaran konsumtivisme dalam bentuk teknologi dan gaya hidup melalui media massa
  • Global Warming yang membuat negara Indonesia secara teroterial terjajah dengan bukti tenggelamnya banyak pulau kecil oleh kenaikan air laut, dan kejadian ini sulit dipertanggungjawabkan siapa yang melakukan
  • Sikap dan mental sebagian orang Indonesia yang masih mencerminkan tidak menghargai Indonesia seperti korupsi terhadap pendapatan negara terutama dari pajak dan korupsi RAPBN
  • Telah terjadi pemboman (bahkan ini merupakan penjajahan secara fisik!) di Hotel JW Marriott dan The Ritz Carlton pada tanggal 17 Juli 2009 yang menewaskan 9 orang korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, baik warga Indonesia maupun warga asing (http://id.wikipedia.org/wiki/Bom_Jakarta_2009). Hal ini dapat menandakan bahwa keamanan negara Indonesia begitu mudahnya ditembus untuk dilakukan penjajahan.

Masih banyak lagi bentuk penjajahan yang beredar di Indonesia kita tercinta ini. Apabila kita melihat dari sisi sejarah dan satu fakta bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 itu memang betul, tetapi kita lihat dari sisi kemanusiaan dan sosial. Coba kita lihat tingkat pengangguran dan kemiskinan berdasarkan fakta berikut:

Berdasar proyeksi Institute for Development Economics and Finance (Indef), tingkat pengangguran dan kemiskinan pada 2009 akan mencapai 9,5% dan 16,3%. Ekonom Indef M Ikhsan Modjo menuturkan, angka tersebut jauh di atas target pemerintah,yaitu tingkat pengangguran dan kemiskinan masingmasing 7–8% dan 12,5% (Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/190672/38/)

5340_1192483100254_1473700049_520129_323765_sDapat dihitung dan dibayangkan berapa juta orang Indonesia yang tergolong dalam kategori pengangguran dan miskin. Orang Indonesia masih berperang dalam melawan keadaan ini. Kita sebagai orang Indonesia jangan meremehkan angka dalam persen yang menunjukkan tingkat pengangguran dan kemiskinan itu karena bagaimana pun juga pengangguran dan kemiskinan harus diberantas.

Dari sini dapat kita renungkan apa yang seharusnya kita lakukan untuk Indonesia kita tercinta ini. Kita dapat melakukan kontribusi positif mulai dari hal-hal kecil menuju hal yang besar seperti:

  • Menjaga kebersihan lingkungan dalam kawasan Indonesia dengan tidak membuang sampah sembarangan
  • Memakai produk buatan Indonesia
  • Menjaga keamanan masyarakat dengan melibatkan pihak aparat negara dalam suatu masalah kriminal. Tidak boleh orang Indonesia main hakim sendiri
  • Mengatakan bahwa korupsi bukanlah budaya Indonesia! Korupsi adalah perbuatan yang jelas salah dan tidak bisa disebut sebagai budaya
  • Menjaga harkat dan martabat sebagai orang Indonesia ketika berada di negara lain, dan menunjukkan sikap yang sopan dan santun
  • Membangun nasionalisme, patriotisme dan loyalitas terhadap negara Indonesia

Dengan memenuhi hal-hal yang telah disebutkan di atas semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, aman dari permasalahan internasional seperti diskriminasi ras, isu keamanan negara, dan politik, Indonesia menjadi tempat yang bersih, aman, dan nyaman untuk dikunjungi, menjadi bangsa yang patut dijadikan contoh di mata internasional, dan yang terakhir senantiasa diberikan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan ini mari kita rayakan kemerdekaan Indonesia esok dengan hati yang mantap dan gembira.

Merdeka!

————————–

lomba blog dijaminmurah.com


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Bagaimana Pemimpin Negara yang Ideal?
  • Inti Politik: Tinjauan Bebas dan Kontemplatif
  • Pemikiran Aristoteles Tentang Negara dan Filsafat Politik
  • Machiavelli: Cara Menjadi Penguasa Dengan Kekejaman
  • Lebih Baik Mana Satu Blog Fokus atau Banyak Blog Tidak Fokus?
  • Visitor Turun Drastis Selama 2 Hari

10 tanggapan untuk “Esensi Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-64”

  1. quinie
    August 16th, 2009 at 05:45 | #1
    Reply | Quote

    oww.. ikut kontest toch..

  2. miawruu
    August 16th, 2009 at 21:11 | #2
    Reply | Quote

    Dan semoga pemerintah kita ga cuma berebut kursi kekuasaan biar ada kesempatan buat korupsi lagi…

    MERDEKA!!!

  3. attayaya
    August 16th, 2009 at 21:51 | #3
    Reply | Quote

    merdeka!!!

    bw sebelum subuh

  4. ella
    August 19th, 2009 at 07:40 | #4
    Reply | Quote

    waakkakkak..itu gambarnya yg pertama..jadi kayak pake topeng gitu …hehhhe

  5. attayaya
    August 20th, 2009 at 11:12 | #5
    Reply | Quote

    tes

  6. attayaya
    August 20th, 2009 at 11:13 | #6
    Reply | Quote

    mohon maaf lahir bathin

  7. seti@wan
    August 24th, 2009 at 08:45 | #7
    Reply | Quote

    Merdeka……
    Lemes… lagi puasa soalnya.
    entar lagi buka.

  8. attayaya
    August 25th, 2009 at 13:50 | #8
    Reply | Quote

    datang abis tarawehan

  9. seti@wan
    August 26th, 2009 at 06:26 | #9
    Reply | Quote

    Merdeka,…. puasa hari ini agak semangat dikit.
    Headernya berubah lagi prill??

    aku pesen dong…

  10. attayaya
    August 27th, 2009 at 10:11 | #10
    Reply | Quote

    hmmm……… bentar lagi berbuka

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs