Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Pesawat Gonjang-ganjing Tetapi Selamat Sampai Soekarno Hatta

    Tadi adalah pengalaman naik pesawat paling buruk dalam hidup saya. Parah, selain pesawatnya berisik ditambah lagi cuaca yang tidak memungkinkan untuk menikmati perjalanan di udara. Sesekali pramugari yang cantik berlalu lalang di samping saya. Pertama lepas landas dari bandara Laksda Adisucipto Yogyakarta, wah tampaknya perjalanan kali ini akan mulus.. eh ternyata beberapa menit setelah lepas landas terjadilah beberapa guncangan yang saya pikir adalah guncangan roda pesawat yang dimasukkan dan ternyata guncangan tersebut terjadi karena sedang berawan.

    Di dalam pesawat saya sempat jiper juga karena goncangannya dahsyat juga, di salah satu goncangan ada yang membuat anak-anak berteriak dan orang tua pada istighfar. Wew kalo saya pura-pura menikmati perjalanan aja, padahal dalem hati udah deg-degan gitu. Soalnya kalo mau jatuh ya jatuh cepetlah mati, jangan disiksa ketakutan gini.. hoh hoh.. Di atas ketika yaaa kira-kira ketinggian maksimum, getaran pun mulai mereda sampai akhirnya perjalanan benar-benar nyaman. Saya sempat terkantuk pada saat itu.

    Beberapa menit saya terkantuk-kantuk karena bosan tidak ada orang di sebelah saya, muncullah pengumuman dari pramugari cantik yang menyatakan bahwa beberapa menit lagi akan mencapai bandara Soekarno Hatta. Wah dalam hati saya girang, akhirnya sampai juga di Jakarta. Eeeehh setelah beberapa detik pengumuman itu guncangan datang kembali. Datang guncangan karena pesawat mencoba untuk menurunkan posisinya lebih rendah, ya kan mau mendarat. Tiba-tiba yang tadinya terang sekarang jadi gelap! HOH apa pulak ini!? Wah ternyata berawan, goncangan dan getarannya tak henti-henti.

    Biasanya beberapa menit setelah pengumuman itu pesawat langsung mendarat dengan lancar, tetapi tadi sepertinya pesawatnya direm-rem gitu sama pilotnya, karena saya juga merasakan betapa padatnya awan pada saat itu. Hoeeehh.. berasa lamaaaa banget deh di situ. Pesawat pun akhirnya terbang dengan ketinggian yang lebih rendah lagi. Saya merasakan sepertinya bakal ada impact dengan landasan bandara karena penurunan ketinggiannya sangat terasa dan guncangan makin keras. Alhasil pesawat mendarat dengan mulus! Padahal saya sudah benar-benar siap menghadapi impact dengan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya pesawat mendarat juga dan berhenti di koridornya.. Hahahah.. boleh juga, tapi jangan sering-sering deh pengalaman kayak gini..

    Pada saat ini saya sudah berada di rumah, memposting ini dengan telkomsel flash punya opa saya.. cihui gratisannn!


    AUTHOR

    aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

    Artikel Terkait

    • Menunggu Delay Pesawat Di Bandara Laksda Adisucipto
    • Dinas Pendidikan Jogja Pecat Pengawas UAN SMA/SMK
    • Profesor Radianta Guru Besar Baru Teknik UGM
    • GASARLAT Berdialog dengan Staf Ahli Bupati Lampung Tengah
    • Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Wafat
    • Pengawas UN Dicopot Karena Bawa Laptop dan Internetan
    • Numpang Narsis di Booth Kompasiana

    3 tanggapan untuk “Pesawat Gonjang-ganjing Tetapi Selamat Sampai Soekarno Hatta”

    1. quinie
      September 16th, 2009 at 14:07 | #1
      Reply | Quote

      hoooi udah di rumah? main ke almamater lu, sekalian ke kantor gua… kita kopdar :D xixixi

    2. seti@wan
      September 17th, 2009 at 04:09 | #2
      Reply | Quote

      Hidup ini hanya sebentar lagi
      bentar marah,bentar ketawa
      betar berduit,bentar boke
      bentar senang,bentar susah
      ooo ye…bentar lagi 1 syawal
      met lebaran…mohon maaf lahir bathin

      Taqabbalallahu minna waminkum.

    3. quinie
      September 17th, 2009 at 21:48 | #3
      Reply | Quote

      gua baru nyadar. bukannya lu udah beli karcis kereta api ke jkt? kok malahan naik pesawat? *bingung*

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs