Nasional: Peredaran Amphetamine Kalahkan Heroin

Informasi ini saya kutip dari Harian Jogja Express Rabu, 7 Oktober 2009

ampthetamineKUTA: Kepala Pelaksana Badan Narkotika Nasional Komisaris Jendral Polisi Gregorius Mere menegaskan, sejak beberapa tahun terakhir peredaran psikotropika ampethamine meningkat mengalahkan peredaran dan produksi narkotika tradisional organik diantaranya heroin. Hal ini telah diketahui sejak beberapa tahun yang lalu. BNN beserta para penegak hukum yang menangani masalah ini juga telah melaksanakan operasi pemberantasan pabrik-pabrik amphetamine dan turunannya. Memang terjadi peningkatan yang cukup berarti, katanya pada pers di Kuta, Bali, Selasa 6 Oktober. Mere berada di Bali untuk memimpin sidang tahunan ke 33 para kepala badan pemberantasan obat bius asia pasifik, di Kuta yang berlangsung selama 3 hari sejak 6 Oktober. Kepala badan narkotika nasional / Kepala kepolisian RI, Jendral Polisi Bambang Hendarso membuka sidang yang diikuti 53 instansi pemberantasan narkotika dari kawasan asia pasifik. Selain Hendarso, turut hadir Kepala Perwakilan Kawasan Asia-Pasifik Kantor Urusan OBat Bius dan Kriminal PBB, Gery Lewis, dan sejumlah perwakilan pimpinan polisi negara-negara sahabat, di antaranya dari Polisi Federal Australia.

Mere menyatakan, proses pembuatan, penyimpanan, dan peredaran psikotropika amphetamine memang relatif lebih mudah ketimbang produksi narkotika tradisional heroin, ganja, atau pun kokain. Ada pun ketiga jenis narkotika organik belakangan itu harganya memang lebih mahal ketimbang narkotika dan psikotropika lain.

“Produksi amphetamine ini memang lebih mudah, karena itulah dalam undang-undang antinarkotika dan psikotropika yang akan diundangkan Kepala Negara pada bulan ini, peredaran bahan penyusun atau prekursor itu juga diawasi seketat-ketatnya. Yang melanggar akan diganjar hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya seperti dikutip Antara.

Sementara Gery Lewis dari Polisi Federal Australia juga prihatin terhadap kenyataan itu juga menyatakan, “Kecenderungannya memang demikian, heroin menurun tetapi amphetamine dan produk turunannya meningkat. Kami belum memiliki angka pasti karena hal itu dipengaruhi kondisi setempat,” katanya.

Khusus kawasan Asia-Pasifik, ida menyatakan peningkatan cukup signifikan di Kamboja, Laos, Filipina, Indonesia, Afghanistan, dan beberapa negara lain. Semua negara itu juga menjadi negara lokasi pembuatan psikotropika dan pasar produk haram itu.

Fakta Tentang Amphetamine

  • amphetamine adalah sejenis obat-obatan yang biasanya berbentuk pil, kapsul dan serbuk yang dapat memberikan rangsangan bagi perasaan manusia.
  • amphetamine pertama kali disintesiskan di Jerman pada 1887.
  • salah satu jenis amphetamine, yakni methamphetamine, sering menjadikan orang terikat secara mental kepada obat-obatan ini.

Efek:

  • amphetamine-effectMenaikkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, melebarkan bronkus, meningkatkan kewaspadaan, menimbulkan euphoria, menghilangkan kantuk, mudah terpacu, menghilangkan rasa lelah dan rasa lapar, meningkatkan aktivitas motorik, banyak bicara dan merasa kuat.
  • Penggunaan lama atau dosis besar hampir selalu diikuti oleh depresi mental dan kelelahan fisik. Banyak orang yang pada pemberian amphetamine mengalami sakit kepala, palpitasi, rasa pusing, gangguan vasomotor, rasa khawatir, kacau pikir, disforia, denilum atau rasa lelah.
  • Tingkah laku yang kasar dan tak terduga, merupakan hal biasa bagi pemakai kronis.
Tags: , , , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

4 tanggapan untuk “Nasional: Peredaran Amphetamine Kalahkan Heroin”

  1. October 8th, 2009 at 10:29 | #1

    wahhhhh bahaya…bahaya…bahaya…

  2. October 12th, 2009 at 23:21 | #2

    Kayaknya perlu lebih diwasapadai.

  3. October 12th, 2009 at 23:22 | #3

    Ada Award buat anda,… moga sudi dijemput.

  4. October 13th, 2009 at 01:35 | #4

    Awardnya DISINI

Silakan Beri Komentar