Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Asas-Antropis

    Mari kita mengadakan sebuah percobaan sederhana.

    Cobalah berdiri di luar pada saat bulan purnama pada suatu malam yang cerah. Kau akan melihat bulan yang bulat dan kuning di sana, kau yakin bahwa bulan ada di sana, sangat amat yakin. Sekarang coba tutuplah matamu, apakah kau yakin bahwa bulan tadi masih ada di sana? Jika ya dari mana kau mengetahuinya? Kau tak bisa melihat, mendengar apalagi meraba? Bagaimana kau bisa yakin jika tiba-tiba bulan dicuri seseorang? Tidak, kita tak bisa mengetahuinya. Kita tak bisa mengetahui apakah bulan itu ada atau tidak.

    Dengan kata lain keberadaan bulan ditentukan oleh keberadaan manusia yang melihat bulan. Bulan akan hilang, jika manusia berhenti melihat bulan!

    Inilah yang disebut sebagai prinsip antropis. Prinsip yang mengatakan bahwa Alam semesta seluruhnya beserta isinya ada karena manusia yang melihatnya. Prinsip ini terutama terinspirasi oleh filsuf Jerman bernama Liebniez yang berprinsip “Esse Est Percivi” yang artinya kurang lebih “ada sebagaimana dia di-indra”. Menurut Leibniz keberadaan jagad raya ini hanyalah sejauh penangkapan manusia, dunia adalah semacam gelombang penangkapan indrawi. Jadi semuanya hanya sejauh kau bisa melihatnya, jika tidak kau lihat maka dia hilang begitu saja. (Liebniz menambahkan pengecualian hal itu tidak dilihat pula oleh errr.. Tuhan).

    Tentu saja teori ini adalah teori yang spekulatif, Teori ini tak bisa dibuktikan kebenarannya juga tidak bisa dibuktikan ketidakbenarannya. Tapi tentu saja teori ini membawa permasalahan jika diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Misalnya saja “gravitasi”,

    Apakah gravitasi ada?

    Kau bisa menjawab “Ya”.

    Apakah gravitasi masih ada jika Newton tidak pernah menemukannya?

    Kau bisa menjawab “Ya”, kau bisa menjawab “tidak”, tapi kita tak pernah bisa membuktikan apakah gravitasi itu ada atau tidak jika manusia tak pernah memikirkan konsepnya.

    Kita tak pernah bisa membuktikan hal itu, karena kita bahkan tidak mengetahui apakah gravitasi itu. Gravitasi tidak pernah ada.

    Yang menarik adalah bahwa alam semesta yang kita lihat sekarang ini mendukung teori ini. Aneh sekali bahwa alam semesta ini memiliki susunan yang begitu pas untuk berlangsungnya kehidupan manusia di sana. Jarak dengan matahari, susunan zat, kekuatan gravitasi semuanya sangat pas untuk mendukung kehidupan manusia. Hanya sedikit saja meleset dari perhitungan maka kehidupan, tidak akan muncul dalam alam ini, terutamanya manusia.

    Alam seakan merupakan panggung khusus yang diciptakan untuk manusia. Lebih jauh menurut asas Antropis bahwa alam menjadi demikian karena manusia yang melihatnya. Alam semesta ini juga mengembang karena manusia semakin berkembang pula. Alam semakin luas dan semakin luas karena kita manusia semakin “berevolusi” baik dalam pemikiran mau pun peralatan. Kita memperlebar jagad raya ini.

    Sayangnya sama seperti bahwa kita tak bisa membuktikan prinsip antropis salah kita tak bisa membuktikan bahwa prinsip antropis benar. Dengan kata lain prinsip antropis adalah teori spekulatif yang menarik, bersanding bersama teori-teori filsafat memusingkan lain yang tidak bisa dibuktikan secara empiris.

    Jika, kita bisa beranggapan bahwa ruangan sebelah tidak ada karena kita tidak melihatnya. Sama seperti apakah pengarang tulisan ini masih ada ketika anda berhenti membaca tulisan ini? Sama seperti bulan ketika kita menutup mata?

    Percaya saja…


    AUTHOR

    rosyid # Fokus studi etika. Senang membaca, berpikir, dan bersenda gurau

    Artikel Terkait

    • Dialog Antara Manusia Dengan Sang Pencipta
    • Pandangan Aristoteles Tentang Tuhan dan Alam Berdasarkan Teori Actus Potensi
    • Arti Penting Filsafat Sosial
    • Sebab dan Awal Berpikir Pada Manusia
    • Tiga Teori Etika Lingkungan: Egosentris, Homosentris, dan Ekosentris
    • Pelajaran Mata Kuliah Filsafat Manusia
    • Definisi Metafisika Dalam Ranah Filsafat

    23 tanggapan untuk “Asas-Antropis”

    1. fanny
      October 24th, 2009 at 02:48 | #1
      Reply | Quote

      wah, jgn ampe hilang dong bulannya. saya kan suka memandang bulan.

      • aprillins
        October 24th, 2009 at 03:26 | #2
        Reply | Quote

        hueheueh.. kata teman saya itu kalau tutup mata ya bulannya hilang.. heheh

    2. ajeng
      October 24th, 2009 at 06:45 | #3
      Reply | Quote

      Kayaknya butuh teori yang lebih ‘dasyat’ deh biar aku lebih bisa percaya…

      • aprillins
        October 24th, 2009 at 15:43 | #4
        Reply | Quote

        heheheh.. ini sebenernya udah dasyat dan logis kok.. dipraktekkin pun bisa.. hehehehee..

    3. andri
      October 24th, 2009 at 06:58 | #5
      Reply | Quote

      Itu pemikiran Komunias, jadi inget humor tentang Guru yang mempunyai faham ini, bisa dibaca disini, hahhaaa…

      saya sangat tidak setuju dengan faham ini! dan saya percaya kalo mas aprillins masih ada, wong tadi abis maen ke gubug saya, hihiiii

      • aprillins
        October 24th, 2009 at 15:48 | #6
        Reply | Quote

        wew.. siapa tau aja yang main ke blognya mas andri itu adalah teman saya.. .ehehehee.. oh iya ngomong2 ini bukan tulisan saya loh.. tapi tulisan teman saya… foto authornya aja beda.. ehheheeh :)

    4. andri
      October 24th, 2009 at 06:59 | #7
      Reply | Quote

      koreksi, bukan Komunias tapi Komunis…

      • aprillins
        October 24th, 2009 at 15:46 | #8
        Reply | Quote

        siipp mas andrii!

    5. buwel
      October 24th, 2009 at 09:01 | #9
      Reply | Quote

      Lha manusianya saja pernah sama sekali tidak ada….bulan juga sama sekali pernah tidak ada……
      Lha terus disaat bulan dan manusianya nggak ada gimana?…
      :-)

      • aprillins
        October 24th, 2009 at 15:38 | #10
        Reply | Quote

        kayaknya kalo itu jadi pusing deh.. heuheuehuee.. soalnya sama sama ga ada.. hhehehe.. TUhan belum buat..

      • buwel
        October 25th, 2009 at 18:47 | #11
        Reply | Quote

        buwel lagi terserang penyakit males ngeblog is…..heheheheh…males updet…

    6. quinie
      October 27th, 2009 at 00:06 | #12
      Reply | Quote

      is, sekarang blog lu ada banyak author ya? kalo yang ini kok bukan lu yang nulis sih? btw, gua boleh ikutan curhat dimarih ga? xixixix *merusak tema* xixixixi

      • aprillins
        October 27th, 2009 at 01:07 | #13
        Reply | Quote

        itu namanya cari ribut sama sayah kalo nulis curhat.. tapi kalo nulisnya tentang filsafat ya gapapa kok ehuehuehe.. filsafat aja.. tentang pandanganmu dalam melihat sesuatu.. misalnya dalam melihat kodok pandanganmu gimana.. dalam melihat kehidupan.. dan lain lain

    7. attayaya
      October 27th, 2009 at 01:46 | #14
      Reply | Quote

      ambilkan bulan bu
      ambilkan bulan bu
      yang slalu bersinar
      dilangit

      di langit bulan bercahya
      cahyanya sampai ke bintang

      ambilkan bulan bu
      ambilkan bulan bu
      yang slalu bersinar
      dilangit

      lagu anak

    8. attayaya
      October 29th, 2009 at 09:56 | #15
      Reply | Quote

      kok perasaanku ada orang yang tiap hari ngganti timplet

      • aprillins
        October 29th, 2009 at 10:25 | #16
        Reply | Quote

        ahhhh.. itu perasaan om atta aja yaaaa..

      • buwel
        October 31st, 2009 at 12:48 | #17
        Reply | Quote

        Halo bang ATTA, halo is… :-)

      • aprillins
        October 31st, 2009 at 15:13 | #18
        Reply | Quote

        halo juga om buwelll.. whueuheuh..

      • Seti@wan
        November 2nd, 2009 at 06:20 | #19
        Reply | Quote

        Hallo prilll…

      • Seti@wan
        November 2nd, 2009 at 06:21 | #20
        Reply | Quote

        Kamu paling jago deh kalau nulis tentang filsafat…

    9. Seti@wan
      November 2nd, 2009 at 06:19 | #21
      Reply | Quote

      Disaat saya menulis koment ini saya yakin,… owner blog pasti lagi berada ditempat.
      Cuman tempatnya saya nggak yakin dimana……

    10. miawruu
      January 4th, 2010 at 16:40 | #22
      Reply | Quote

      hmmm…mgkn dari azas antropis inilah pemikiran atheis muncul yaaaa

    11. lee
      July 30th, 2010 at 12:23 | #23
      Reply | Quote

      bukan, paham atheis muncul sama awalnya dengan konsep ketuhanan…

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs