Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Menjaga Lingkungan Demi Hidup Manusia

17 January 2009 12:01 PM - oleh aprillins Ada 7 tanggapan

Apa itu lingkungan? Selama ini kebanyakan orang ketika ditanya dengan pertanyaan itu akan menjawab bahwa lingkungan adalah sesuatu yang berada di sekeliling kita. Kaitannya dengan lingkungan yang bersih, lingkungan yang aman, menjaga lingkungan tetapi tidak ada yang benar-benar paham lingkungan sebenarnya. Lingkungan adalah suatu sistem, dapat diibaratkan dengan sistem tubuh kita. Coba saja perut mual maka kita bisa muntah, bisa pusing, bisa jadi demam gara-gara ada yang terganggu dalam tubuh kita atau misalnya gigi yang bolong bisa membuat kepala pusing, tidak konsentrasi, tubuh jadi lemas, dan macam-macam. Intinya adalah ketika satu bagian yang terganggu maka bagian yang lain juga ikut terganggu. Begitu juga dengan lingkungan, contoh konkritnya adalah tidak adanya bak sampah akan membuat sampah bertebaran di mana-mana, kalau sampah sudah seperti itu, maka akan timbul bibit penyakit, nah bibit penyakit ini bisa menyerang manusia. Padahal masalahnya sepele cuma bak sampah saja yang nihil. Tapi akibatnya bisa di luar dugaan.

Mau tidak mau manusia harus memikirkan hal yang seperti ini, contoh di atas adalah contoh yang terlihat dan bentuknya disadari betul bahwa bak sampah adalah tempat sampah seharusnya berada. Tapi kalau yang lain? Misalnya limbah kimia yang sulit terurai, coba kalau kita lihat luasnya samudra sangatlah luar biasa dan limbah kimia jika dibandingkan dengan samudra sangatlah kecil, sehingga secara nyata hal ini dapat dijadikan argumentasi bahwa limbah-limbah dapat dibuang ke laut, dan masih banyak contoh yang lain. Namun pertanyaannya adalah limbah tersebut akan menyakiti apa? siapa? atau merusak apa? apakah terjamin bahwa limbah akan cepat terurai di laut? Hubungannya apa dengan manusia? Kalau dilihat dari segmen-segmen kecil, mungkin hal ini tak berarti apa-apa tapi kalau dilihat secara holistik atau keseluruhan maka efeknya akan menyebar sampai ke mana-mana misalnya karang jadi rusak, ikan mati, ikan keracunan, lalu ikan keracunan dimakan manusia, lalu manusia jadi keracunan. Mudah kan? Pokoknya kalau sudah mengganggu lingkungan maka manusia sendiri nantinya yang akan terganggu.
Kecil-kecil memang tidak disadari bahayanya nanti kalau sudah besar barulah tanggul ditinggikan, belum tinggi betul dibangun sudah diterjang bahaya. Inilah yang harus dihindari. Kalau kita merasa akan sakit, kita jarang ke dokter atau mengambil inisiatif minum vitamin atau obat. Tapi kalau sudah sakit barulah obat dicari, tapi sudah terlanjur sakit dan rasanya tidak enak. Ini juga mental manusia yang harus diubah, kita sepatutnya mempelajari peribahasa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tapi nampaknya terlalu ekstrim peribahasa itu, apakah membuang sampah pada tempatnya itu bersakit-sakit dahulu? Apakah mematikan lampu atau TV pada saat tidak dipakai itu bersakit-sakit dahulu? tidak kan? Bahkan lebih mudah. Apa hubugannnya dengan lingkungan? Tahu hukum termodinamika bahwa suatu energi pasti akan habis juga? Ini juga dapat dijadikan dasar, energi yang kita biasa gunakan seperti listrik semua sumbernya disediakan oleh lingkungan. Kalau lingkungan sudah mencapai batasnya maka hidup manusia juga mencapai batasnya. Tinggal memilih saja menjaga untuk terus hidup atau merusak untuk punah.


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Kerusakan Lingkungan Sungai
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Apakah Lingkungan itu?
  • Teori Etika Lingkungan Biosentrisme
  • Tiga Teori Etika Lingkungan: Egosentris, Homosentris, dan Ekosentris
  • Lingkungan Khusus Sebagai Pertimbangan Etis
  • Pentingnya Etika Bagi Kehidupan

7 tanggapan untuk “Menjaga Lingkungan Demi Hidup Manusia”

  1. buwel
    May 28th, 2009 at 20:25 | #1
    Reply | Quote

    nice article pril

  2. puputretno
    May 29th, 2009 at 12:58 | #2
    Reply | Quote

    0k3eh…banget deh saya sependapat dengan anda tidak banyak tahu apa itu lingkungan dan mangfaatnya , ilmuan banyak tapi cuma tau teori tampa menerapkannya dalam kehidupan nyata.

  3. Tri Love Environment
    June 23rd, 2010 at 11:29 | #3
    Reply | Quote

    berguna banget deh.. jangan berhenti jadi pecinta lingkungan :wink: :wink:

  4. Aulia rahma
    March 13th, 2011 at 18:43 | #4
    Reply | Quote

    Melihat banyaknya dampak buruk bagi lingkungan yang diakibatkan oleh perbuatan manusia,sudah seharusnyalah kita menjaga lingkungan.toh juga kita yang akan menikmati…

  5. ames
    March 16th, 2011 at 21:33 | #5
    Reply | Quote

    betul…betul…betul

  6. lux
    March 29th, 2011 at 23:07 | #6
    Reply | Quote

    ya seh, so kuk agak2 berat seh jaga lingkungan,mulai saat ni, musti lbh disiplin dari diri sendiri,
    tq ya,……

  7. anandia
    October 6th, 2011 at 15:57 | #7
    Reply | Quote

    orang-orang sudah tidak perduli lagi akan lingkungan

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
  • Dualisme dalam Diri Manusia antara Jasmani dan Rohani
Aprillins © 2008-2011
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs