Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme

11 January 2010 03:01 PM - oleh aprillins Ada 23 tanggapan

Ada banyak aliran filsafat pendidikan mulai dari empirisme, pragmatisme, progresivisme, rekonstruksionisme sampai dengan mazhab pendidikan kritis. Kali ini akan dibahas secara singkat tentang aliran filsafat pendidikan progresivisme sekaligus metodenya dalam mengajar. Tokoh progresivisme yang cukup penting untuk diketahui adalah John Dewey dan William O. Stanley yang merupakan seorang profesor dari University of Illinois. Progresivisme dalam ranah filsafat pendidikan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai prinsip yang menganggap bahwa pendidikan itu dimulai dari anak didik itu sendiri yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Jadi seorang anak didik tidak harus disuruh membaca dan mengimani buku secara terus menerus, tetapi juga harus bisa mencari jawaban otentik tentang mengapa begini dan mengapa begitu.

Aliran filsafat pendidikan progresivisme secara garis besar dapat diuraikan menjadi beberapa pokok yaitu:

  • Menolak praktek pendidikan tradisonal yang dianggap terlalu mementingkan disiplin, pasif, dan bertele-tele.
  • Perubahan merupakan inti dari kenyataan.
  • Pendidikan merupakan proses perubahan.
  • Metode atau kebijakan senantiasa berubah sesuai dengan perubahan lingkungan.
  • Mutu terletak pada adanya kemampuan untuk merekonstruksi pengalaman terus menerus, bukan pada standar kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang abadi.
  • Pendidikan hendaklah merupakan kehidupan itu sendiri, bukan persiapan untuk hidup.
  • Belajar disangkutpautkan dengan minat subjek didik.
  • Belajar melalui pemecahan masalah lebih utama daripada belajar pasif.
  • Peranan pendidik bukan menuntun namun lebih sebagai pemberi nasihat.
  • Sekolah hendaknya mengembangkan kerjasama bukan persaingan. Adanya  demokrasi memungkinkan saling tukar menukar ide secara bebas yang amat berguna bagi perkembangan subjek didik. (Materi kuliah Filsafat Pendidikan)

Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme

Pengaplikasian dari filsafat pendidikan progresivisme ini juga dapat dituangkan dalam bentuk metode yang riil. Metode mengajar dengan dasar filsafat pendidikan progresivisme antara lain adalah:

  • Memberikan soal latihan dalam bentuk teka-teki kepada anak didik.
  • Membuat kelompok atau grup belajar, dengan mengelompokkan minat masing-masing anak pada suatu topik.
  • Membicarakan topik hangat yang sedang beredar di masyarakat secara bersama-sama di dalam ruang kelas.

Masih banyak pengembangan metode filsafat pendidikan lainnya yang dapat diterapkan kepada anak didik. Tentunya berbagai metode yang akan digunakan harus diuji coba terlebih dahulu sehingga dapat diambil kesimpulan apakah sebuah metode mendidikan tepat digunakan atau tidak.


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Cantik dan kulit putih
  • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
  • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
  • Pro-Kontra Tabungan untuk Anak Jalanan (KPAI & Kemensos)
  • Arti Penting Filsafat Sosial
  • Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis
  • Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis

23 tanggapan untuk “Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme”

  1. JengSRI.Com
    January 11th, 2010 at 17:47 | #1
    Reply | Quote

    “Jadi seorang anak didik tidak harus disuruh membaca dan mengimani buku secara terus menerus, tetapi juga harus bisa mencari jawaban otentik tentang mengapa begini dan mengapa begitu.”

    Hehhe, jadi ini statement otentik melalui artikel dari sang philosopher? Ntu kalo mau jawaban yg otentik harus melalui science method dulu abang kecil *halah abang kecil, xixixix*. kalau anak2 sulit untuk di tuntut untuk mendapatkan jawaban yg otentik.

    terusin nulis philosophynya. gak usah terpengaruh sama pr dan komen yg banyak. hobby dan kesenangan yang ditekuni tiap hari biasa membawa kita kepada ‘rahmat’ yang kadang kita gak sangka :wink: .

  2. JengSRI.Com
    January 11th, 2010 at 17:50 | #2
    Reply | Quote

    Aduhhhh, senengnya masuk sini. jaluran bebas hambatan, wuuussssssssssssssssssssssssssssssss!
    mantab dah.

  3. idam januari
    January 14th, 2010 at 03:53 | #3
    Reply | Quote

    tpi sepertinya guru semacam si pandang sbelah mata

  4. attayaya
    January 14th, 2010 at 05:23 | #4
    Reply | Quote

    pendidikan bermula ketika masih di ayunan dan berakhir di liang lahat, selayaknya bisa bermanfaat bagi semua orang

  5. online
    January 15th, 2010 at 09:42 | #5
    Reply | Quote

    berarti dalam belajar menggunakan “Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme” anak yang harus lebih aktif…

    emm..menurut saya emang bagus begitu, biar lebih paham tentang yang dipelajari :D

  6. HOT GOSIP ARTIS INDONESIA bersama attayaya
    January 16th, 2010 at 06:48 | #6
    Reply | Quote

    ada ga metode membuat HOT GOSIP ARTIS INDONESIA

  7. miawruu
    January 16th, 2010 at 18:03 | #7
    Reply | Quote

    sayangnya jarang kita, baik ortu amupun guru yang menerapkan metode pengajaran spt itu bang april. metode kitanya lebih menerapkan pola membaca dan menulis daripada belajar di lingkungan sosial atau alam (metode zaman dahulu kali kayaknya kayak gitu ya, sebelum kena campur pendidikan ala barat yg belum modern). Ironisnya, malah pendidikan barat yg modern kembali pake metode pengajaran kita yg tadisional dahulu, yaitu mengembangkan pendidikan anak ga cm dari buku (teori) aja tapi jg dg bersosialiasi dn alam dan masyarakat. smoga sistem pendidikan kita bisa lebih progresif.

    btw, dah ganti kulit nih blognya hehehehehe lebih keren and pro

  8. attayaya
    January 17th, 2010 at 08:39 | #8
    Reply | Quote

    met sore bro

  9. Setiawan DirgantaRa
    January 18th, 2010 at 05:18 | #9
    Reply | Quote

    Wah ada diajeng disini…
    Aku jadi ngiri… nggak pernah dikunjungi.

  10. Setiawan DirgantaRa
    January 18th, 2010 at 05:19 | #10
    Reply | Quote

    PUTRI Malu itu,… adalah ank saya prill….

  11. miawruu
    January 18th, 2010 at 06:26 | #11
    Reply | Quote

    kunjungan lagi bro. nggu update an blog ini hehhehehe

  12. annosmile
    January 18th, 2010 at 14:45 | #12
    Reply | Quote

    terima kasih infonya bro
    kunjungan perdana di tahun 2010

  13. KangBoed
    January 19th, 2010 at 00:15 | #13
    Reply | Quote

    :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  14. KangBoed
    January 19th, 2010 at 00:17 | #14
    Reply | Quote

    WOW !!! Saya suka FILSAFAT

  15. MONCRITZZ
    January 21st, 2010 at 04:41 | #15
    Reply | Quote

    tingkatkan trus mutu & kualitas penerus bangsa :wink:

  16. tutug prapti nuhoni
    May 27th, 2010 at 09:47 | #16
    Reply | Quote

    wajib di terapkan biar anak didik kita tanggap dengan kondisi yang sedang berkembang saat ini….. :-P :-D 8) :roll: :wink:

  17. Blog Pendidikan Terdepan
    June 21st, 2010 at 16:32 | #17
    Reply | Quote

    salam kenal, saya kang Marfu.Filsafat adalah tema yang saya sukai, makanya sangat sekali menemukan blog yang fokus pada kajian filsafat ini. Ketiak berbicara filsafat pendidikan, topik yang juga penting adalah bgm aplikasi dari filsafat ini dlm tataran praksis pendidikan. Tidak sekadar konsep dan idealisme, tetapi benar-benar mewujud menjadi realita. Tapi praksis pendidikan tanpa basis filsafat pendidikan yang kuat, juga akan rapuh. So, saya berharap blog Anda ini bisa mengawinkan keduanya. Siap? hehe Selamat ya blog Anda masuk 10 besar di topseratus.com

  18. evi
    September 29th, 2010 at 14:52 | #18
    Reply | Quote

    salam kenal buat semuanya…saya evi dari kasongan kalteng…
    thank”s buat infonya tentang Filsafat Pendidikan Progresivisme
    tugas”q beres………..
    hehehe

  19. Hanik Shofia
    October 23rd, 2010 at 21:28 | #19
    Reply | Quote

    Makasih sob. Tugas kuliahku bisa aku selesaikan berkat bantuan Anda.

  20. surontanu
    January 1st, 2011 at 13:33 | #20
    Reply | Quote

    memang benar apa yang telah anda utarakan dan saya pun sependapat. tapi yang ingin saya tanyakan bagaimana cara kita mengimplementasikan pandangan tersebut dalam dunia pendidikan islam fundamental?

  21. Rezky aditya pratama
    April 23rd, 2011 at 01:37 | #21
    Reply | Quote

    Mantab….

  22. yanti
    August 7th, 2011 at 12:09 | #22
    Reply | Quote

    mantap……filsafat byk memberiku inspirasi….

  23. saidani
    October 6th, 2012 at 10:28 | #23
    Reply | Quote

    pada kenyataan tataran teori tidak sama dengan idealnya contoh sekolah satu dengan yang lain tentu ada persaingan bukan kerjsa sama nya sebab tolak ukurnya semua ingin menonjolkan diri bukan siap bekerja sama untuk dengan pihak pihak yang terkait dengan upaya kemajuan mutu pendidikan …OK..trims

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs