Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Biografi Immanuel Kant Sang Filsuf Jerman

    Dilihat dari riwayat hidupnya, Immanuel Kant adalah seseorang yang sederhana. Ia tidak seperti Sokrates yang karena pendiriannya harus mengakhiri hidupnya dengan minum racun atau seperti Nietzsche yang mempunyai latar belakang kehidupan yang mendorong orang menganalisis secara psikologis, atau seperti Leibniz yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain. Selama hidupnya Kant menetap di Prusia dan mengalami masa peperangan tujuh tahun sewaktu Rusia menaklukkan Prusia Timur. Ia juga hidup dalam masa revolusi Perancis dan masa kejayaan Napoleon. Selama hidupnya jarang sekali ia bepergian lebih dari 70 km dari tempat tinggalnya.

    Immanuel Kant dilahirkan di Koenigsberg, suatu kota di Prusia Timur, pada tanggal 22 April 1724, dari keluarga pembuat dan penjual alat-alat dari kulit untuk keperluan menunggang kuda. Neneknya merupakan imigran dari Skotlandia tetapi pada penelitian yang diadakan kemudian orang menyangsikan betulkah neneknya berasal dari Skotlandia. Semula namanya ditulis dengan Cant, tetapi karena adanya perubahan ejaan yang menentukan bahwa huruf C juga dibaca seperti S, maka untuk tidak membuat meragukan orang yang mengenalnya, nama itu ditulis seperti yang dikenal orang sekarang. Perubahan itu telah terjadi pada zaman neneknya. Perhatian bagi hal-hal kecil semacam itu antara lain yang mempengaruhi sikap hidup Kant yang serba teliti lebih-lebih dalam hal pembagian waktu, sampai ia terkenal sebagai seorang profesor yang bekerja menurut waktu yang telah ditentukannya. Dari ibunya Kant mendapat pengaru agama yang beraliran Pietisme, ialah suatu aliran dalam agama yang menghendaki suatu ketaatan yang mendalam dari para pemeluknya. Itulah sebabnya Kant besar kepercayaannya kepada Tuhan hanya kehadirannya di gereja sangat terbatas pada hari-hari besar agama saja.

    Riwayat Pendidikan Immanuel Kant

    Pada masa kecilnya Kant mula-mula memasuki Collegium Friedericianum di Koenigsberg dari tahun 1732 sampai tahun 1740. Pada sekolah itu Kant tidak mendapat banyak ilmu pengetahuan alam dan filsafat yang baginya sangat menarik. Kemudian ia pindah ke Universitas di Koenigsberg, mula-mula belajar teologi, tetapi setelah belajar selama enam tahun ia pindah mempelajari filsafat. Pada saat itu ia mulai mendapat pengaruh dari Martin Knutzen, seorang profesor dalam mata kuliah logika dan metafisika dan yang merupakan salah seorang penganut filsafat Wollf. Karena dekatnya dengan Martin Knutzen, Kant diizinkan mempergunakan buku-buku milik Martin Knutzen, sehingga pengaruh itu makin mendalam dan karenanya terangsanglah ia untuk mulai mempelajari ilmu pengetahuan Newton.

    Kant baru menyelesaikan studinya pada tahun 1755, karena ia terpaksa bekerja sebagai guru privat di beberapa keluarga bangsawan demi kelangsungan studinya, selama kira-kira sembilan tahun. Dalam tahun 1756 ia mencalonkan diri untuk menggantikan Martin Knutzen yang meninggal, tetapi ia tidak berhasil karena Knutzen dipandang sebagai seorang profesor yang luar biasa, sehingga diambil keputusan kursi Knutzen dibiarkan kosong. Sejak tahun 1764 Kant ditawari menjadi pemegang mata kuliah puisi, tetapi ia menolaknya penawaran semacam itu datang pula dari Universitas Jena, pada tahun 1769, dan ia pun mengambil keputusan yang sama. Selama lima belas tahun sejak ia lulus, ia menjadi dosen luar biasa pada Universitas di Koenigsberg. Di samping itu sejak tahun 1766 ia menjadi asisten perpustakaan, sehingga dari pendapatannya itu ia teringankan dalam hal biaya hidupnya. Jabatan di perpustakaan pada tahun 1772 diserahkan kembali karena ia merasa tidak sesuai dengan bidangnya, apalagi karena sejak tahun 1770 ia diangkat menjadi profesor dalam logika dan metafisika, dan jabatan itu dipegangnya sampai ia meninggal. Mata kuliah itu dibinanyan lebih dari 40 tahun, bahkan di samping mata kuliah itu ia pun memberikan mata kuliah lain, diantaranya geografi, antropologi, teologi, dan filsafat moral.

    Halaman selanjutnya

    AUTHOR

    aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

    Artikel Terkait

    • Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant
    • Kelemahan Filsafat Moral Immanuel Kant
    • Hak Binatang Tinjauan Filsafat Moral
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Arti Penting Filsafat Sosial
    • Biografi Thomas Kuhn
    • Bermoralkah Pemujaan Sarana di atas Tujuan?

    12 tanggapan untuk “Biografi Immanuel Kant Sang Filsuf Jerman”

    1. JengSRi.com
      January 20th, 2010 at 21:17 | #1
      Reply | Quote

      waduh perjalanan hidup Immnauel agak mirip sama saya bang, heuheueuheu. Eh swear deh, dulu saya waktu masih duduk di S1 psychology juga sempet jadi seorang assistant library di kampus perpustakaan, malah sebelumnya saya pernah jadi waitress di restorant ambil part-time. abis biaya hidup kan mahal di australia. hidup jadi student di luar negri memang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. gak bisa uncang2 kaki seenak udel kita. beda banget deh sama mahasiswa di indonesia; rame sama demonstrasi ajah, heuheuheu.
      tapi bukan abang kecil lho maksudnya :mrgreen:

    2. JengSRi.com
      January 20th, 2010 at 21:28 | #2
      Reply | Quote

      wedewww, tuh traffic jadi bagus amet. bagi2 dunk :lol:

    3. Setiawan DirgantaRa
      January 20th, 2010 at 23:29 | #3
      Reply | Quote

      makasih banyak Prill,… saya baru membacanya secara lengkap disini.

    4. Setiawan DirgantaRa
      January 20th, 2010 at 23:29 | #4
      Reply | Quote

      btw,… yang ganasnya itu mana sih?

    5. Setiawan DirgantaRa
      January 20th, 2010 at 23:29 | #5
      Reply | Quote

      Koment saya nggak muncul…
      kena askimet lagi yah?

    6. Setiawan DirgantaRa
      January 20th, 2010 at 23:30 | #6
      Reply | Quote

      Tante alexanya juga makin ramping nih…
      257.385

    7. KangBoed
      January 21st, 2010 at 03:34 | #7
      Reply | Quote

      :lol: :lol: :lol: :lol:
      Mangstaaaaaaaaabbbsss.. ikut baca baca ah.. filsafat

      • aprillins
        January 21st, 2010 at 04:15 | #8
        Reply | Quote

        baca donkkk… masa cuma dilewatin.. hehe :)

    8. Setiawan DirgantaRa
      January 21st, 2010 at 04:34 | #9
      Reply | Quote

      Saya udah daftar…
      makasih banyak prill

    9. arsumba
      January 21st, 2010 at 10:50 | #10
      Reply | Quote

      wah.. kebetulan lagi pengen baca2 tentang filsafat nih..
      untung nemu blog ini.. mantab…

    10. salya
      February 12th, 2010 at 14:46 | #11
      Reply | Quote

      saya mhs filsafat ugm…. trimkasih, terus terang sy merasa terbantukan dg tambahan materi ttg filsafat disini… luar biasa. :-D :-D :) :-P

    11. UCOK
      August 19th, 2010 at 19:56 | #12
      Reply | Quote

      terus terang saja saya belum mengerti tentang ilmu filsafat karena saya masih sekolah di SMA NEGERI 01 MANOKWARI dan saya masih kelas 10 D he…he…he…

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs