Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Pranala Luar
    Artikel Selanjutnya
    Artikel Sebelumnya

    Epistemologi: Makna Common Sense

    Istilah Common Sense dalam bahasa Indonesia sering diartikan dengan ‘akal sehat’. Mungkin, arti ini mengandung kebenaran, manakala diartikan sebagai suatu pemikiran yang lurus yang runtut dan diakibatkan oleh suatu aktivitas kesadaran pada saat manusia sebagai subjek yang ingin mengetahui dan memahami objek yang dihadapi sehingga subjek dapat memutuskan bahwa pengetahuan tentang objek tertentu itu demikian adanya, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Artinya bahwa pengetahuan tertentu tentang objek tertentu itu bersifat konstan, ajeg dan hampir tidak mengalami perubahan.


    Istilah Common Sense bukanlah merupakan kebalikan dari Common Nonsense, juga bukan dan bahkan tidak sama dengan Common Opinion (pendapat umum), Common Consent (persetujuan bersama), dan Common Experience (pengalaman umum). Akan tetapi, mungkin merupakan sintesis dari semua aktivitas yang bersifat umum itu. Dengan kata lain, Common Sense merupakan aktivitas yang sifatnya umum tentang pengalaman bersama, persetujuan bersama, dan pendapat umum tetang suatu objek tertentu yang memiliki kesamaan. Oleh karena itu, Common Sense kadang diartikan pula sebagai Consensus of Common Opinion atau dapat juga sebagai Common Understanding.

    Common Sense dalam arti yang sesungguhnya adalah suatu kemampuan yang dimiliki manusia dalam kedudukannya sebagai subjek yang ingin mengetahui dalam rangka suatu perbuatan mengetahui selain kemampuan-kemampuan manusia yang telah melembaga yakni indera, rasio, intuisi, dan keyakinan, otoritas, atau keyakinan (Hospers, 1953:122-140). Tetapi barangkali Common Sense merupakan suatu kemampuan yang merupakan aktivitas bersama diantara berbagai kemampuan yang dimiliki mansuai itu, atau mungkin merupakan suatu kemampuan yang sangat khusus dan aktivitas manusia itu.

    Common Sense adalah suatu kemampuan untuk mencerap atau mempersepsi dan memahami, serta memutuskan tentang sesuatu objek tertentu secara langsung. Dengan demikian, pengetahuan Common Sense adalah pengetahuan yang terjadi karena aktivitas kesadaran yang secara langsung mencerap objek, secara langsung memahami objek, dan secara langsung pula menyimpulkan serta memutuskan tentang objek yang ingin diketahui itu. Jika demikian halnya, objek adalah objek yang secara langsung dihadapi subjek. Objek adalah hal yang memiliki sifat faktual, berarti keberadaannya dapat diinderai secara langsung oleh subjek yang ingin mengetahui. Objek yang demikian haruslah memiliki sifat konstan, ajeg, dan tidak banyak mengalami perubahan. Misalnya, keberadaan bumi di waktu lalu, sekarang, dan yang akan datang relatif sama tetap demikian adanya. Objek khusus juga harus memiliki sifat yang demikian itu artinya dalam kurun waktu tertentu diketahui dan dialami bersama sehingga orang memiliki kesan yang hampir sama terhadap objek yang ingin diketahui itu. Dengan demikian, pengetahuan Common Sense mendekati atau bahkan kesepakatan bersama tentang pendapat yang sifatnya umum (Consensus of Common Sense).

    Di dalam perjalanan sejarah pemikiran manusia konsep dan pengertian Common Sense mengalami perkembangan. Walau pun demikian, tidak semua filsuf bicara secara khusus tentang Common Sense dalam filsafatnya. Itulah sebabnya Moore menyatakan bahwa pembahasan filsafat seyogyanya melibatkan Common Sense, namun, kenyataannya tidak demikian, bahkan terkesan menghindar dari persoalan itu.

    Buku Acuan

    • Abbas Hamami. 2003. Common Sense dalam Epistemologi G.E. Moore: Sumbangannya bagi Filsafat Ilmu. Catatan Disertasi, UGM, Yogyakarta.
    • Bacon, Francis. Novum Organum dalam Great Books of the Western World, vol. 30, William Benton, Chicago.
    • Hospers, John. 1967. An Introduction to Philosophical Analysis. Englewood Cliffs, Prentice Hall, 2nd.ed.

    Disadur dan Diedit dari: Mintaredja, Abbas Hamami. 2003. Teori-teori Epistemologi Common Sense. Yogyakarta: Penerbit Paradigma.


    AUTHOR

    aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

    Artikel Terkait

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Skeptisisme
    • Neopythagorisme
    • Pandangan Aristoteles Tentang Tuhan dan Alam Berdasarkan Teori Actus Potensi
    • Sebab dan Awal Berpikir Pada Manusia

    Belum ada tanggapan untuk “Epistemologi: Makna Common Sense”

    Silakan memberi tanggapan

    Batalkan memberi komentar

    Kategori Artikel

    • Aksiologi
    • Epistemologi
    • Etika
    • Etika Bisnis
    • Etika Lingkungan
    • Etika Politik
    • Etika Teknologi
    • Filsafat Agama
    • Filsafat Kebudayaan
    • Filsafat Ketuhanan
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Kontemporer
    • Filsafat Manusia
    • Filsafat Pendidikan
    • Filsafat Politik
    • Filsafat Sosial
    • Filsuf
    • Kontemplasi
    • Kosmologi
    • Metafisika
    • Sejarah Etika

    Artikel Terbaru

    • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta
    • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
    • Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme
    • Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal
    • Menanggapi Persoalan Moral dan Budaya dari Attayaya
    • Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun
    • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
    • David Hume – Skeptisisme dan Empirisme
    • Teori Kebenaran Menurut William James
    • Aurellius Augustinus Hipponensis Antara Kristen dan Filsafat
    Aprillins © 2008-2010 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
    All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
    TopOfBlogs