Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis

Bisnis memiliki tanggung jawab sosial. Dari mana asalnya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial? Di sini tidak akan dibahas soal asal muasal tanggung jawab sosial, tetapi langsung kepada anggapan bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial harus senantiasa diperhatikan dalam berbisnis. Artinya, berbisnis bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata, tetapi juga memiliki nilai mulia didalamnya.

Ada salah satu perusahaan rokok terkenal di Indonesia yang memiliki program tanggung jawab sosialnya dengan tema beasiswa. Seperti yang sudah diketahui, bahwa rokok memang terbukti dapat mengganggu kesehatan. Namun, adanya program tanggung jawab sosial berupa beasiswa dapat membuktikan bahwa kegiatan usaha tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, anggapan rokok mengganggu kesehatan bisa diredam dengan adanya program tanggung jawab sosial.

Ada dua jenis tanggung jawab sosial dalam bisnis, yaitu tanggung jawab sosial kewirausahaan (Social Responsible Entrepreneurship) dan keterlibatan sosial dalam kewirausahaan (Social Involved Entrepreneurship). Dua jenis tanggung jawab sosial ini dikemukakan oleh KPMG Ethics & Integrity Consulting sebuah lembaga di negara Belanda.

Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan

Tanggung jawab sosial yang pertama ini (Social Responsible Entrepreneurship / SRE) merupakan aksi atau tindakan minimal terkait dengan kewajiban sosial sebuah perusahaan. Aksi tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk program yang memiliki tujuan tersendiri.

SRE tidak memiliki keterlibatan lebih jauh lagi selain memenuhi tanggung jawab sosialnya. Setelah tanggung jawab sosial dipenuhi, bisnis dijalankan seperti semula. Misalnya, ada program penanaman 100 pohon di bukit Asri atau pembersihan lingkungan Jatibaru, itu semua sebatas program saja, setelah menanam 100 pohon atau membersihkan lingkungan maka sudah sampai di situ saja tanggung jawabnya. Jadi, SRE memang menghasilkan perbedaan yang jelas antara principle dan commerce.

Keterlibatan Sosial dalam Kewirausahaan

Keterlibatan bisnis dalam dimensi sosial (Social Involved Entrepreneurship /SIE) memiliki keterikatan dan kesamaan tujuan dengan masyarakat. Keterlibatan dapat ditunjukkan dengan kerjasama yang aktif dalam menyelesaikan masalah dalam masyarakat. Perbedaannya dengan SRE adalah bahwa SIE memiliki dasar keterlibatan yang dalam. SIE memiliki tinjauan umum bahwa bisnis bukan semata-mata hanya tanggung jawab sosial, tetapi lebih dalam dari itu, salah satunya yaitu persamaan rasa ingin membangun masyarakat lebih baik lagi.

Perbedaan SRE dan SIE dapat diilustrasikan bahwa SRE hanya memberikan apa yang dibutuhkan misalnya uang, bantuan makanan, memenuhi kebutuhan sandang, dan pembangunan gapura pada suatu desa. Sedangkan SIE tidak hanya memberikan apa yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan rasa peduli, dukungan penuh, dan perhatian jangka panjang. Jadi, SIE benar-benar terlibat dan memiliki tujuan dan keinginan untuk membangun masyarakat seperti penjagaan lingkungan agar tetap bersih, menghapuskan diskriminasi, dan lain-lain. Dengan ini maka SIE berlawanan dengan SRE, bahwa SIE menjalankan commerce-nya bersinergi dengan principle.

Bacaan: Jan Hendrik Peters dan Lenny van Ameijde. 2003. Hospitality in Motion: State of the art in service management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

4 tanggapan untuk “Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis”

  1. March 13th, 2010 at 16:42 | #1

    Namanya aja usaha. Kalau gak bagi2 keuntungan, ntar kalau demo sekalian jadi bangkrut. Mirip dengan tetangga ane tuch. Dia berani buka toko besar didaerah rawan kejahatan. Namun ia tidak pernah mendapatkan kesulitan. Kuncinya ternyata satu. Tiap tahun ia bersedekah ke masjid setempat. Paling dia keluarin 200ribu. Gak seberapa dibanding untungnya.

  2. April 7th, 2010 at 16:07 | #2

    thanks artikelnya bisa buat referensi…..
    keren :wink:

  3. frans
    April 28th, 2011 at 11:23 | #3

    bagus bangettt nih artikel, jd nambah ilmu deh mengenai hub msyrkat

Silakan Beri Komentar