Profesor Radianta Guru Besar Baru Teknik UGM

Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Prof Ir Radianta Triatmadja PhD menyatakan, simulasi hidraulika mampu meningkatkan pembangunan pengairan. Sebab perkembangan ilmu hidraulika telah memungkinkan pembangunan bangunan keairan, misalnya bendung, bendungan, saluran irigasi, penanggulangan banjir dan lahar, penahan erosi sungai dan pantai, pelabuhan, bangunan pantai “Dalam bidang bangunan keairan, ilmu hidraulika menjadi bagian penting yang tak dapat dipisahkan,” papar Raidanta dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di kampus setempat, Senin (29/3).

Menurut Radianta, perkembangan itu terkait erat dengan peran simulasi hidraulik dalam membuka wawasan menyangkut fungsi dan keamanan bangunan keairan serta lingkungan. Berbagai kemajuan aplikasi bangunan keairan telah mendorong dan menuntut ilmu hidraulika dan simulasinya lebih maju lagi.

Simulasi hidraulik dan aplikasinya pada bangunan keairan bagaikan siklus yang menggelinding saling mengembangkan. Simulasi ini banyak digunakan di hampir semua bidang ilmu pengetahuan, bahkan dalam hidup bermasyarakat semisal simulasi gladi bersih pada kegiatan evakuasi bencana tsunami, banjir, dan kebakaran. Dalam kegiatan itu, masyarakat secara sungguh-sungguh menyiapkan evakuasi dengan tujuan memperbaiki pemahaman dan menghindari kesalahan. “Simulasi hidraulik sering kali digunakan untuk membangun bentuk bangunan keairan, misalnya bendung, bendungan, tanggul sungai, saluran irigasi, pelabuhan, dan sebagainya,” jelasnya.

Radianta menambahkan, simulasi ini dilakukan dengan menirukan sistem beserta permasalahannya, kemudian menguji tiruan sistem tersebut dengan berbagai skenario permasalahannya. Sebuah bendungan atau bangunan sungai disimulasi kekuatan, fungsi, kinerja, dan pengaruhnya terhadap banjir dan erosi. Sebuah pelabuhan disimulasi untuk mengetahui tinggi dan gaya gelombang, sedimentasi, serta pengaruhnya pada lingkungan.

Gelombang tsunami disimulasikan untuk mengetahui daerah yang akan diserang dan intensitas serangannya. Kemudian jaringan pipa distribusi air minum disimulasikan, antara lain, untuk mengetahui sisa tekanan di lokasi pelanggan beserta kualitas airnya. Semua simulasi tersebut dilakukan untuk tujuan yang baik karena mengurangi kesalahan perencanaan, baik terduga maupun tak terduga. Bahkan mungkin membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan bangunan keairan.

Pria kelahiran Kulon Progo, 6 Desember 1958 ini menjelaskan, dalam simulasi, selain secara fisik, model dapat ditirukan secara non-fisik, yaitu matematik. Persamaan matematika yang digunakan untuk mengganti sistem yang akan disimulasi dikenal sebagai model matematik. Simulasi ini dikenal sebagai simulasi numerik karena proses pengerjaannya dilakukan secara numerik. Dengan cara tersebut, kecepatan dan arah aliran, gaya, dan tekanan yang ditimbulkan oleh aliran, elevasi permukaan air, gerakan benda yang terangkut oleh aliran dan sebagainya dapat disimulasikan.

Sumber: Bernas Jogja, Rabu 31 Maret 2010

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

Belum ada tanggapan untuk “Profesor Radianta Guru Besar Baru Teknik UGM”

Silakan Beri Komentar