Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

David Hume – Skeptisisme dan Empirisme

14 June 2010 12:06 PM - oleh aprillins Ada 1 tanggapan

David Hume (1711-1776) adalah filsuf sekaligus sastrawan dari Skotlandia yang hidup pada zaman para ahli pikir mengadakan pembahasan tentang watak, moral dan agama. Dia ikut dalam berbagai pembahasan tersebut dan memengaruhi perkembangan dua aliran. Aliran yang dipengaruhinya adalah skeptisisme dan empirisme.

Dalam hal skeptisisme, Hume mencurigai pemikiran filsafat dan di antara pemikirannya adalah bahwa prinsip kausalitas (sebab akibat) itu tidak memiliki dasar. Ia juga seorang agnostik, yakni orang yang berpendirian bahwa adanya Tuhan itu tidak dapat dibuktikan dan tidak dapat diingkari.

Dalam hal empirisme, suatu pandangan yang mengatakan bahwa segala pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Walaupun mungkin ada suatu dunia di luar kesedaran manusia, namun hal ini tidak dapat dibuktikan.

Hume pernah gagal dua kali dalam usahanya untuk mendapatkan jabatan guru besar filsafat di Edinburg dan Glasgow. Di samping misi diplomatik yang kadang-kadang ia lakukan, Hume menghabiskan waktunya untuk menulis. Karyanya tentang sejarah adalah History of England dan The Natural History of Religion.

Karya filsafat Hume yang paling terkenal adalah Treatise of Human Nature, Philosophical Essays Concerning Human Understanding dan Inquiry Concerning the Principles of Morals. Immanuel Kant, filsuf Jerman terkemuka pernah mengatakan bahwa David Hume-lah yang membangunkannya dari “kantuk dogmatik”-nya yaitu yang mendorongnya untuk menyusun filsafat kritis.

Daftar Pustaka

Titus, Harold H., 1984. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant
  • Descartes-Chuang Tzu: Antara Mimpi dan kenyataan
  • 8 Prinsip Postulat Ilmiah, Aksioma, dan Konsep
  • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
  • Skeptisisme
  • Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis
  • Dua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan

Satu tanggapan untuk “David Hume – Skeptisisme dan Empirisme”

  1. canggih
    October 1st, 2010 at 06:01 | #1
    Reply | Quote

    Ahay..kurang satu lg soal kausalitasnya bang..

    tp dah cukup mewakili Hume kok….

    kereeen

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs