Bagaimana Pemimpin Negara yang Ideal?

Malam ini di TvOne saya melihat sekilas perbincangan tentang pemimpin negara yang ideal. Tampaknya bahasan di situ terkait dengan SBY dan istrinya yang tidak akan mencalonkan diri sebagai calon presiden Indonesia pada tahun 2014 mendatang. Dari judul perbincangannya saja langsung terbesit bahwa pertanyaan tersebut mungkin takkan habis dijawab sampai tiba hari kiamat. Namun, hal tersebut sukses memberikan saya rangsangan untuk mengeluarkan pendapat tentang pemimpin negara yang ideal.

Pertama-tama, saya ingin berpendapat bahwa pemimpin negara yang ideal itu sebenarnya tidak ada sama sekali. Namun, yang mendekati ideal itu ada, itulah yang dibahas di sini. Kedua, tanamkan baik-baik bahwa kata ideal itu bersifat subjektif dan siapa saja berhak untuk mengatakan ini ideal, ini tidak ideal, itu ideal, dan itu tidak ideal. Oleh karenanya, pendapat saya boleh disetujui atau tidak disetujui tergantung idealisme Anda.

Pemimpin Negara Tidak Berbuat Kriminal

Sangat sulit dipercaya bahwa ada pemimpin negara yang terpilih tetapi sebelumnya pernah berbuat kriminal. Berbuat kriminal di sini berarti melanggar peraturan atau perundang-undangan yang ditetapkan oleh negara. Siapa pun barangkali setuju dengan hal ini. Namun, tidak bisa disangkal bahwa seorang kriminal bisa berbalik 180 derajat menjadi seseorang yang sangat baik sekalipun dan jangan salah, ada pula orang yang awalnya baik lalu jadi kriminal atau mafia sekriminal-minalnya.

Tidak Ada Pemimpin Negara yang Ideal

Kata ideal yang saya maksudkan di sini adalah pemimpin negara yang 100% tindakannya disetujui dan disenangi oleh rakyatnya. Berbicara secara holistik, apakah pemimpin yang dipilih oleh sistem pemerintahan demokrasi adalah pemimpin yang ideal? Kalau bukan mengapa bisa terpilih? Namun ketika terpilih oleh rakyat terbanyak kenapa banyak yang protes? Hal inilah yang melatarbelakangi alasan tidak ada pemimpin negara yang sungguh-sungguh ideal.

Lepas dari pembicaraan secara holistik tentang pemimpin negara yang ideal, kita lihat banyak pemimpin negara di berbagai belahan dunia yang sangat konsisten dalam menjalankan idealisme dirinya. Mengapa idealisme diri? Karena seorang kepala negara tentu memiliki visi dan misinya untuk membangun sebuah bangsa. Tak usah jauh-jauh lihatlah Presiden Sukarno dulu yang memberikan perlawanan keras terhadap tetangga sebelah, lihatlah Presiden Soeharto yang begitu tegas memberantas preman-preman sekaligus melakukan korupsi yang banyak. Lihat perubahan besar apa yang terjadi ketika Sukarno digantikan oleh Soeharto dan digantikan lagi sampai sekarang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Perubahan yang Membangun Bangsa

Mereka yang saya sebutkan di atas adalah orang-orang yang menurut saya berhasil melakukan perubahan bangsa dengan konsistensinya. Mereka sungguh terlihat berperan dalam kenegaraan dan efeknya terlihat di masyarakat, hampir seluruh masyarakat merasakannya. Namun, tidak dapat disangkal bahwa mereka juga memiliki masalahnya masing-masing dalam memimpin negara, itu soal lain. Sesungguhnya orang konsistenlah yang dibutuhkan dalam membangun karakter bangsa dan membangun bangsa semakin lebih baik.

Ketegasan dalam Memimpin

Bagi saya, seorang pemimpin yang tegas akan menghasilkan bawahan yang setia dan percaya. Dengan ketegasan orang mendapat keyakinan bahwa pemimpin seperti itulah yang akan membimbing bangsa ke arah yang lebih baik. Saya pribadi sebenarnya tidak memiliki niat untuk tunduk kepada orang lain, tetapi ketika seseorang dengan tegas memerintah demi kebaikan, perkembangan, dan kemajuan kualitas hidup saya, saya akan yakin bahwa dia memang ingin melakukan sesuatu, dalam konteks ini adalah melakukan sesuatu demi kemajuan bangsa.

Ketegasan tersebut akan menghasilkan orang-orang yang percaya dan berjuang bersamanya dan sampai mati terkenang selalu. Siapa yang tidak mengenang jika orang pada masa lalunya banyak melakukan perubahan yang berharga bagi bangsa? Siapa yang tidak mengenang jika seseorang berhasil memimpin kita dengan menanamkan visinya pada kehidupan kita sehingga kehidupan kita memiliki harga diri dan pandangan hidup yang kuat? Namun, terlepas dari pandangan pribadi ada saja orang yang tidak suka pemimpin yang tegas seperti ini, ada saja pihak-pihak yang merasa dirugikan yang disebabkan oleh ketegasan seorang pemimpin, ya kan?

Pemimpin yang Tidak Tunduk Pada Ancaman Negara Lain

Jika,pemimpin diancam oleh negara lain baik secara langsung maupun tidak langsung pemimpin itu seharusnya tidak takut karena pemimpin memiliki rakyatnya. Seorang pemimpin yang takut adalah seorang pemimpin yang merasa bahwa ia berjalan sendirian dalam memimpin negara. Pemimpin bukan juga langsung mengadakan serangan militer begitu diancam, tetapi pemimpin harus memikirkan negosiasi agar kerugian yang diterima oleh negara seminimal mungkin.

Ancaman bukan dalam bentuk teror saja, melainkan juga tawaran untuk menjual aset negara baik berupa tanah maupun perusahaan negara. Pemimpin yang hebat tidak akan tergiur dengan tawaran uang yang sedemikian rupa banyaknya tanpa memikirkan masa depan. Hal ini sekaligus mencanangkan bahwa salah satu kriteria pemimpin negara yang ideal adalah berwawasan masa depan.

Akhir kata, saya menyebutkan orang-orang di atas bukan berarti saya nge-fans atau tergila-gila pada mereka. Mereka hanyalah gambaran bahwa pemimpin itu memiliki HAL berupa visi dan misi yang ingin diwujudkan dengan konsisten dan tegas. Sebagai manusia dan pribadi, “saya tidak butuh pemimpin negara yang lemah, saya ingin pemimpin negara yang membakar semangat rakyat untuk bangkit dari keterpurukan! MERDEKA!

Tags: , , ,

AUTHOR

# Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

Belum ada tanggapan untuk “Bagaimana Pemimpin Negara yang Ideal?”

Silakan Beri Komentar