Psikologi Terbalik: Antara Keberhasilan dan Kegagalan

Pernahkah anda mendengar suatu percakapan di film kartun. Percakapannya mengenai dua orang memperebutkan dua benda (atau tidak menginginkan). Awalnya mereka saling berebut bergantian. Setelah beberapa saat salah satu tokohnya berbalik tidak menginginkannya. Akhirnya sang musuh malah ikut ikutan menolaknya. Akhirnya tokoh utama mengalah dan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Membicarakan mengenai psikologi terbalik memang menarik. Ketika kita memerintahkan sesuatu maka mereka seseorang menolaknya. Karena itu digunakan cara terbalik yaitu menyuruh mereka melakukan yang kebalikan dari yang semestinya. Cara ini sebenarnya sudah dipikirkan lama. Bahkan sudah ada dalam karya Shakespeare, Taming of The Shrew, dimana seorang suami menggunakan cara ini untuk mengatur istrinya yang liar.

Bahkan perilaku ini juga terdapat dalam pemikiran psikologi. Contohnya Viktor Frankl, pernah mencontohkan seorang gagu yang naik kereta namun tidak memiliki tiket. Ketika tukang pencatut tiket datang dia ingin menunjukkan bahwa dia gagu agar dikasihani, ajaibnya gagunya hilang. Dengan kata lain psikologi terbalik kadang berhasil pada manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin mengenal kebenaran dari psikologi terbalik ini. Dengan memaksakan diri keberhasilan, seringkali kita mengalami kegagalan karena tekanan-tekanan yang ada. Disini berlaku psikologi terbalik. Kenapa bisa terjadi demikian. Semakin kita menginginkan sesuatu kadang sesuatu itu menjadi beban dan akhirnya malah menjauhkan diri keinginan kita itu.

Mungkin ini disebabkan karena kita seringkali memaksakan diri kita dalam meraih sesuatu kita jadi merasa terbebani. Beban inilah yang menyebabkan psikologi kita berbalik. Kadang ini bisa dimanfaatkan untuk membantu kita mencapai tujuan. Chuang Tzu pernah bercerita mengenai seorang pemanah yang mengikuti lomba. Ketika hadiahnya kecil, tidak ada masalah. Namun ketika hadiahnya besar tembakannya tidak akurat. Kadang pikiran kita dipenuhi oleh beban yang mengganggu kemampuan kita mencapai kesuksesan.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

Satu tanggapan untuk “Psikologi Terbalik: Antara Keberhasilan dan Kegagalan”

  1. Istikomariah
    December 23rd, 2011 at 18:55 | #1

    Pak artikelnya sangat menarik. Kebetulan saya sedang mencari tema yang bagus untuk proposal saya. Bisa share ga Pak metode ini jika diterapkan di dunia pendidikan/sekolah smp/remaja bisa digunakan/dikaitkan dengan sisi apanya? Terimakasih jika Bapak bersedia merespon dan membagi artikel serupa/terkait ke email saya. Sungguh akan sangat membantu…

Silakan Beri Komentar