Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Apakah Rasio Sehebat itu?

26 June 2011 02:06 PM - oleh Neko Berikan tanggapan Anda

Kadang saya merenung dan mempertanyakan suatu hal. Apakah memang rasio sehebat itu. Begitu dipuja dan dipuji. Rasanya semua masalah langsung selesai dengan keberadaan rasio itu. Rasanya dengan Rasio saja semua masalah beres begitu saja. Kalau semua orang rasional dunia menjadi surga di bumi. Ini pendapat orang orang Yunani zaman dahulu dalam menanggapi rasio. Kemudian menular pada pemikir pemikir dunia islam.

Aristoteles dan Plato sendiri mengatakan bahwa kehidupan dengan rasio adalah kehidupan paling utama dan paling baik bagi manusia. Manusia yang rasional itu segala-galanya. Sekarang mari kita lihat di kehidupan nyata, manusia yang katanya rasional tidak selalu manusia yang baik. Lagipula apa yang menjadi arti dari rasional sendiri? Dari mana kita menentukan manusia itu rasional atau tidak.

Kadang orang rasional dimaksudkan sebagai seorang ahli matematika atau ilmuwan hebat. Selalu skeptis terhadap macam-macam hal. Tidak percaya dengan keberadaan hantu atau tuyul atau Tuhan. Pada kenyataannya di dunia kadang orang yang menyebut diri mereka pandai, sering jadi egois dan sok tahu. Padahal mereka juga tidak sepandai-pandai itu.

Lagipula apakah rasio bisa menyelesaikan semua permasalahan. Saya ragu itu. Seandainya semua manusia menjadi sangat rasional, dengan mengabaikan faktor emosi apa yang terjadi? Kita bisa menghilangkan segala emosi dan menggantinya dengan rasio semata. Kita akan jadi semacam masyarakat robot, batu bata, mesin-mesin. Memang tidak akan ada pertengkaran dan konflik. Tapi benar-benar masyarakat yang membosankan.

Selain itu apa benar Rasio menghilangkan konflik. Masalahnya ketika semua orang menganggap diri mereka rasional maka konflik malah terjadi. Seorang agama A merasa Rasional dan agama lain merasa Rasional maka akan terjadi konflik. Orang-orang pandai juga tidak dikenal damai dari konflik. Sering mendengar konflik akademis antara orang-orang itu, dengan berbagai masalah yang ada. Menurut ku Kecerdasan yang melulu Rasio bukanlah jalan keluar karena bukan kecerdasan seutuhnya.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Perbandingan Pemikiran Plato dan Aristoteles Tentang Jiwa dan Raga
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Jangan Membaca Tulisan Ini?
  • Pembagian Manusia dalam Pandangan Plato
  • Negara Ideal Plato dan Naruto
  • Rene Descartes – Rasional dan Skeptisisme
  • Quintus Septimius Florens Tertullian Bapak Kristiani Latin

Belum ada tanggapan untuk “Apakah Rasio Sehebat itu?”

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs