Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”

30 August 2011 09:08 AM - oleh Neko Ada 1 tanggapan

Istilah ini sering dipakai belakangan ini jika menunjukkan suatu keburukan yang sudah menjerat dan meraih segala sisi. Kita harus berterimakasih pada George Aditchondro pengarang Gurita-gurita Cikeas atas kata-kata ini sehingga menjadi populer. Ini karena nampaknya karena nampaknya sangat menarik menggunakan istilah ini oleh pers karena secara implisit merujuk kepada dugaan konspirasi di pemerintahan. Sesuatu yang tidak bisa disebutkan begitu saja secara vulgar.

Gurita adalah binatang yang bertangan banyak. Tangan mereka ada delapan, jumlah tangan yang luar biasa. Makhluk seperti laba-laba memang memiliki banyak, tapi itu kaki. Perbedaannya adalah bahwa tidak seperti laba-laba, gurita memiliki tentakel. Tentakel ini lebih luwes, lebih enak buat memegang barang. Lebih fleksibel. Dengan demikian tentu pantas saja makhluk ini dikatakan memiliki tangan banyak.

Tangan yang panjang dan lunak, sehingga bisa masuk ke celah-celah sempit. Di tentakelnya kadang ada alat-alat penghisap. Alat-alat penghisap ini bisa digunakan untuk menarik segala sesuatu yang menjadi incarannya. Dengan hal-hal itu sepertinya susah untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan gurita.

Karena itulah istilah ini cocok sekali untuk menggambarkan krisis multidimensi yang sedang dihadapi negara Indonesia. Mulai dari hukum, tenaga kerja, politik dan keamanan. Mulai dari masalah munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia hingga dugaan konspirasi tingkat tinggi. Seperti digelayuti oleh tangan-tangan gurita, yang semakin lama semakin mencengkram berbagai ruas. Dengan tangan-tangannya yang panjang dan banyak meraih daerah yang semakin luas . Belum lagi dengan cengkeraman tentakelnya yang dilengkapi dengan penghisap.

Belum lagi mental gurita ini menyerupai mental (Tersangka) koruptor di negeri ini. Ketika gurita dalam bahaya, biasanya dia mengeluarkan tinta untuk mengacaukan musuhnya kemudian kabur. Tersangka koruptor juga berjiwa kabur ke luar negeri bila terancam bahaya, meninggalkan kekacauan semrawut di negeri ini. Bahkan mereka lebih canggih, karena sudah kabur juga masih bisa menyemprotkan tinta.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Manusia dan Bahasa Bunga
  • Manusia Sebagai Makhluk Berbahasa
  • Minitrip TK Budya Wacana: Bahasa Inggris Lewat Pembelajaran Alam
  • Emosi Gara-gara Pembawa Berita di Indosiar

Satu tanggapan untuk “Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita””

  1. sis
    September 25th, 2011 at 00:01 | #1
    Reply | Quote

    tapi umur gurita ga sepanjang umur buaya..

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs