Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra

18 July 2011 12:07 PM - oleh Neko Berikan tanggapan Anda

Warna adalah suatu anugerah luar biasa dalam kehidupan. Dalam kehidupan ini kita bisa melihat berbagai warna. Ada warna yang biasa kita kenal yaitu misalnya Merah, biru, jingga, Ungu. Ada berbagai warna dengan nama-nama yang berbeda. Namun demikian warna dapat menyebabkan permasalahan filsafat yang menarik untuk dikaji. Nama dari masalah itu andalah bahwa apakah warna yang kita lihat itu adalah warna yang sama dengan yang dilihat orang lain.

Permasalahan ini akan disadari ketika kita menyadari bahwa kita tidak bisa memastikan bagaimana orang melihat benda-benda. Seseorang bisa melihat sesuatu yang berbeda satu sama lainnya. Lagipula ada orang-orang yang tidak bisa membedakan warna yang satu dengan warna-warna yang lain. Dengan kata lain bisa jadi kita melihat warna secara berbeda-beda misalnya merah menjadi biru dan biru menjadi merah.

Tentu saja kita bisa mengatakan bahwa merah itu merah dan biru itu biru. Kemudian kita bisa menanyakan apakah warna yang dilihat oleh orang lain. Misal kita menunjuk lagit dan mengatakan bahwa warna langit itu apa. Seseorang bisa menjawab biru. Kemudian masalah terselesaikan. Tapi tidak secepat itu, tiap kebudayaan punya kata yang berbeda dengan warna. Ada warna-warna yang dikenal dalam bahasa dan kebudayaan tertentu dan ada yang tidak. Ini membuat kita bisa kebingungan misalnya ada bahasa yang tidak memisahkan antara hijau dan biru. Bahasa dan kebudayaan mempengaruhi persepsi kita mengenai warna.

Kalau kita tilik lebih jauh lagi maka bahasa sebenarnya menjebak kita dalam perspektif warna ini. Misalnya saja pada awal kehidupan kita, kita setuju saja seandainya suatu warna disebut warna Merah dan biru disebut warna biru. Kita tidak pernah memastikan dan menyamakan persepsi mengenai warna-warna. Bisa saja kita merasa skeptis mengenai persepsi warna, namun demikian berarti jawaban bahwa warna itu objektif masih mungkin.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Teori Koresponden: Ujian Persamaan dengan Fakta

Belum ada tanggapan untuk “Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra”

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs