Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates

28 August 2011 02:08 PM - oleh Neko Berikan tanggapan Anda

Ada sebuah paradoks dalam dunia filsafat. Paradok ini memberikan pertanyaan mengenai kebenaran. Paradoks ini diceritakan mengenai Plato dan Socrates. Plato mengatakan apa yang nanti dikatakan oleh Socrates pastilah benar. Kemudian Socrates berkata Plato pastilah salah. Pertanyaannya adalah bahwa siapa yang benar dalam percakapan ini, Jadi ada dua argumen yang saling mengacu dan saling bertolak belakang.

Kedua argumen itu adalah:

  • (A) Plato: Apa yang nanti dikatakan Socrates pastilah benar
  • (B) Socrates: Apa yang dikatakan Plato salah

Paradoks kemudian muncul karena mereka saling mengacu satu sama lain. Jika Plato benar maka dia salah, karena kalau dia benar maka dia salah. Jika Plato benar maka Socrates harus mengatakan sesuatu yang benar, jika Socrates mengatakan sesuatu yang benar maka Plato pasti salah. Jika Plato salah maka Socrates mengatakan sesuatu yang benar, jika Socrates benar maka pastilah Plato juga benar. Dengan kata lain jika Plato benar maka dia sekaligus juga salah Jika dia salah maka sekaligus dia juga benar.

Jika diganti dengan bentuk matematika nya maka ada dua pernyataan. Pernyataan 1. (A= Benar, jika B=Benar) 2. (B = Benar, Jika A = Salah). Jadi dua pernyataan ini kontradiktif. Tapi tidak bisakah paradok ini ditentukan siapa yang benar? Kedua pernyataan ini saling mengacu satu sama lain sehingga menciptakan kebingungan antara satu sama lain.

Ini menunjukkan pernyataan yang mengacu satu sama lain itu bisa menghasilkan sesuatu yang membingungkan. Akhirnya kita tidak bisa memastikan siapa yang benar dan salah. Malahan rasanya itu bukan sesuatu yang penting lagi. Karena akhirnya jawabannya menjadi berputar-putar. Ketika satu benar maka dia sekaligus salah, ketika salah malah sekaligus benar.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Apakah Rasio Sehebat itu?
  • Pembagian Manusia dalam Pandangan Plato
  • Ironi Socrates
  • Negara Ideal Plato dan Naruto
  • Quintus Septimius Florens Tertullian Bapak Kristiani Latin
  • Neoplatonisme
  • Neopythagorisme

Belum ada tanggapan untuk “Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates”

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs