Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung

30 August 2011 09:08 AM - oleh Neko Ada 1 tanggapan

Ada peribahasa yang mengatakan mengenai katak dalam tempurung. Ini menggambarkan mengenai orang yang tidak tahu apa-apa mengira dirinya mengetahui semuanya. Ada cerita yang mirip yang berasal dari daratan cina. Cerita ini mengisahkan mengenai seekor katak yang tidak pernah melihat lautan membandingkan lautan dengan kolam tempatnya berenang. Tentu saja keduanya sangat berbeda. Kolam dan laut memiliki beda yang sangat besar. Karena itulah kodok kurang tepat. ketika membandingkan antara kolam dan lautan.

Ini adalah hal yang menarik jika dilihat dari sudut pandang epistemologi atau filsafat ilmu pengetahuan. Bagaimanakah kita tahu bahwa kita tahu kalau kita sebenarnya hanya kodok di dalam tempurung. Kita sendiri tidak tahu andai kata pengetahuan kita dibatasi. Kita tidak bisa membandingkan lautan dengan kolam yang biasa kita selami. Kalaupun orang bercerita mengenai lautan kita hanya bisa menganalogikan dengan kolam kecil di mana kita berada.

Apakah kita katak?

Apakah kita hanya seekor katak dalam tempurung. Bagaimana kita mengetahui akan hal ini. Pikiran manusia dan pengetahuannya sebenarnya sangat terbatas. Walaupun begitu seringkali kita merasa sudah tahu segala sesuatu yang ada di dunia ini. Padahal kita tidak tahu apakah pengetahuan kita ini hanya pengetahuan sebagian. Karena itu jangan-jangan sebenarnya kita semua hanyalah katak dalam tempurung. Walaupun kita keluar dari tempurung yang kecil bisa jadi kita hanya masuk ke dalam tempurung yang lebih besar lagi.

Dan di balik tempurung yang lebih besar lagi ada tempurung yang lebih besar lagi. Kadang pengetahuan yang satu tidak bisa dibandingkan dengan pengetahuan yang lain. Seperti kodok yang mengumampakan samudera seperti kolamnya. Tapi apakah dia salah. Bagaimanapun dunia yang dilihatnya adalah dunia kolam tersebut.

Apakah perbandingan itu salah, tidak. Perbandingan itu malah sangat tepat sekali. Walaupun demikian pikiran manusia memiliki sesuatu yang sangat unik. Manusia memiliki rasa ingin tahu untuk membuka daerah-daerah baru dan pengetahuan-pengetahuan baru dan mencoba menemukan batasannya.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Populer

  • Kerusakan Lingkungan Sungai
  • Wu Wei Sebuah Tindakan Alamiah yang Mengalir Begitu Saja
  • Dialog Antara Manusia Dengan Sang Pencipta
  • Golput Pemilu 2009 Haram?
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • GASARLAT Berdialog dengan Staf Ahli Bupati Lampung Tengah
  • Cara Bertanya Yang Membuat Terlihat Lebih Pintar

Satu tanggapan untuk “Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung”

  1. glaydenty
    March 12th, 2012 at 11:45 | #1
    Reply | Quote

    kita mungkin katak bagi orang lain tapi tempurung adalah stereotipe / penilaian khusus dalam relung hati individu yang diciptakan orang lain. dengan kata lain (katak yang bebas di sangkari oleh orang lain). diri kita dapat menjadi orang lain bila memandang diri sendiri sebagai orang lain (dualisme pribadi)

    katak dan tempurung hanya kiasan yang digunakan untuk sindiran tentang sesuatu. (biasanya sosial)

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs