Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Filsafat Kacamata

5 September 2011 12:09 PM - oleh Neko Ada 3 tanggapan

Kacamata adalah salah satu bentuk alat bantu penglihatan bagi manusia. Manusia memiliki kemampuan indra yang terbatas. Karena itu mereka membuat berbagai macam jenis alat untuk bisa melihat berbagai benda yang ada di luar diri manusia dengan lebih jelas. Karena manusia juga tidak bisa melihat benda yang lebih dekat dan lebih jauh alat bantu itu juga sangat berguna. Namun seperti alat alat lain kacamata juga memiliki banyak jenisnya. Ada jenis yang ini dan itu. Sangat beragam dan dengan berbagai kegunaan.

Kacamata juga tidak hanya berbentuk fisik saja. Namun kacamata juga memiliki bentuk yang tidak fisik. Nama dari kacamata tidak fisik ini adalah kacamata pikiran. Kacamata pikiran memiliki kegunaan sama karena dia membuat kita mampu melihat objek-objek secara lebih jelas. Namun tidak melihat dengan mata fisik, lebih kepada melihat dengan mata pikiran.

Sama seperti kacamata fisik. Kacamata pikiran memiliki banyak jenis dan fungsinya. Kacamata pikiran ini juga kadang disebut dengan paradigma. Paradigma memberi kita sudut pandang tertentu terhadap suatu masalah. Kacamata pikiran ini membuat kita memandang segala sesuatu dalam suatu bingkai kacamata itu. Warna dunia jadi memiliki warna seperti kacamata tersebut. Kemungkinan hampir semua orang manusia memiliki kacamata ini.

Kita melihat dunia dalam bingkai paradigma yang kita miliki. Bingkai ini diberikan oleh orangtua kita, pendidikan kita, buku-buku yang kita baca. Kita melihat dunia dalam bingkai yang telah disusun oleh budaya kita sendiri. Bahasa sebagai contohnya, bahasa sangat mempengaruhi pola pikir kita terhadap dunia. Seringkali kacamata ini menjadi hanya satu arah dan disebut kacamata kuda. Ini terjadi karena kita tidak menyadari kalau kita sedang memandang sesuatu dari sudut kacamata tertentu.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Populer

  • Gagal Pulang Ke Indonesia: Tiket Error?
  • Pandangan Aristoteles Tentang Tuhan dan Alam Berdasarkan Teori Actus Potensi
  • Abstinence Campaign By Tessa Sastrowardoyo
  • Waktu dan Cahaya
  • Kenapa Kita Harus Mempertahankan Spesies Langka?
  • Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010 Untuk SMP
  • Screenshot Tantra Online Indonesia Februari 2009

3 tanggapan untuk “Filsafat Kacamata”

  1. ilalangnews
    October 21st, 2011 at 23:57 | #1
    Reply | Quote

    Waaahh…mantab bnget nih. Sesuai ama ane yg baru aja divonis pake kacamta.
    Ijin share ya Sob….???

  2. Mengatasi Rambut Rontok
    November 13th, 2011 at 00:36 | #2
    Reply | Quote

    Setuju saja dengan ulasannya…. Kacamata Hati bagaimana? Ini adalah suatu naluri atau kata hati….

  3. glaydenty
    March 12th, 2012 at 12:48 | #3
    Reply | Quote

    saya sebenarnya engga ingin menggunakan kacamata, toh kalo pake kacamata seperti orang yang sakit. tapi kita butuh kacamata buat melindungi eksistensi kita (baca:ekspresi dan empati). kacamataku = pertimbangan pribadi terhadap sesuatu.

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs