Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?

30 July 2011 12:07 AM - oleh Neko Ada 3 tanggapan

Kenapa mencontek sangat merugikan kita? Mencontek adalah satu kegiatan curang yaitu adalah melihat pekerjaan teman siswa lain dalam sebuah ujian. Tindakan ini sering kita dengar di sekolah-sekolah di Indonesia. Tindakan ini tentu saja menguntungkan karena kita tidak perlu menghabiskan energi kita untuk belajar dan kita bisa mendapat nilai yang baik. Jika dilihat dari sudut pandang ilmu ekonomi maka hal ini adalah yang paling baik. Usaha sekecil-kecilnya dan hasil sebesar-besarnya.

Lagipula andai orang yang kita mintai contekan setuju maka kita tidak akan mengganggu orang lain. Apalagi apabila seluruh teman sekelas setuju. Apalagi dengan guru yang setuju. Dengan demikian mencontek tidak akan mengganggu siapapun. Jika kita semua setuju untuk mencontek maka mencontek bukanlah hal yang salah. Andai ada orang yang tidak mencontek dan tidak mau memberi contekan kita tidak menggangu mereka, apa salahnya mencontek.

Jika kita mengesampingkan masalah curang, yang mana merupakan konsep yang tidak jelas karena pendidikan bukanlah kompetisi (Ataukah memang demikian). Apakah ada alasan lain kenapa mencontek itu merupakan perbuatan yang merugikan.

Ujian, merupakan suatu alat pengukuran kemampuan diri sendiri. Orangtua dan negara membayar untuk itu. Bahkan anak-anak membayar untuk itu (Jika uang yang digunakan hasil hutang.) Ujian merupakan sarana untuk menguji kemampuan kita setelah belajar sekian lama di sebuah perguruan. Dengan demikian mencobntek merupakan usaha untuk menipu diri sendiri mengenai kemampuan dirinya. Kita jadi tidak bisa mengetahui kemampuan diri sendiri. Denagn kata lain mencontek merugikan diri sendiri.

Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa. Memang dalam mencontek diperlukan kemampuan kemampuan tertentu. Sayangnya kemampuan ini juga menjadi tumpul apabila sekolah tidak memberikan pengawasan dan aturan yang ketat soal itu. Mencontek lebih merugikan daripada menguntungkan. Memang bisa menguntungkan dalam jangka waktu yang tidak lama. Namun demikian kita jadi kehilangan kesempatan untuk mengetahui kemampuan diri dan mengembangkannya.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Makna Moralitas dan Lima Ciri Standar Moral
  • Bermoralkah Pemujaan Sarana di atas Tujuan?
  • Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis
  • Teori Etika Lingkungan Biosentrisme
  • Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis
  • 2 Teori Etika: Utilitarisme dan Deontologi
  • Memakai Barang KW Memengaruhi Reputasi Jangka Panjang

3 tanggapan untuk “Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?”

  1. mulyonoaja
    August 6th, 2011 at 22:31 | #1
    Reply | Quote

    mencontek itu lebih karena kurangnya kemampuan apa kurang kemauan ya? :)

  2. Azzam kafie
    August 8th, 2011 at 10:17 | #2
    Reply | Quote

    haduh, jadi inget masa-masa sekolah

  3. glaydenty
    March 12th, 2012 at 12:16 | #3
    Reply | Quote

    saya suka mencontek, tapi saya ga merasa rugi. karena yang saya contek materi yang benar-benar saya tidak mengerti.

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs