Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Tembok-Tembok Ciptaan Manusia

28 August 2011 07:08 PM - oleh Neko Ada 1 tanggapan

Tembok adalah apa yang disebut sebagai pemisah. Pemisah ini adalah sesuatu yang memisahkan antara dua hal. Seringkali tembok ini artifisial artinya buatan manusia. Manusia membuat tembok sehingga dia bisa memisahkan dirinya dengan manusia lain. Dengan kata lain tembok adalah alat pemisah. Namun jangan lupa sekaligus tembok adalah alat pelindung.

Manusia membutuhkan alat untuk perlindungan. Manusia membutuhkan pemisah antara dirinya dengan alam. Mereka membutuhkan tempat tinggal yang bisa menghindarkan mereka dari panas dan dingin. Mereka kemudian tinggal di gua-gua. Mereka membutuhkan pemisah diri mereka dengan kekuatan alam. Kemudian mereka juga akhirnya membutuhkan pemisah satu sama lain.

Lihat sendiri tembok rumah. Tembok rumah menghalangi tetangga melihat kehidupan pribadi kita. Tembok tembok juga menghalangi kita dari dingin dan panas. Namun tembok juga menghalangi kita dari serangan rampok dan maling yang hendak menguras harta kita. Tembok sebagai pelindung dan pemisah ini juga dilihat di tembok besar cina. Tembok ini digunakan untuk melindungi bangsa Cina dari serangan bangsa mongol.

Sayangnya tembok yang begini besar merupakan hal yang sia belaka. Mereka tidak bisa menghalangi serangan dari mongol. Kaum mongol akhirnya bisa menembus pertahanan tembok besar cina dengan ketrampilan dan kecepatan. Zaman dahulu kala ketika Jerman barat dan timur terpisah maka mereka dipisahkan oleh suatu tembok bernama tembok Berlin. Sampai sekarang tembok-tembok masih merupakan pilihan untuk memisahkan dan melindungi.

Tembok merupakan suatu teknologi manusia yang digunakan dalam rangka perlindungan. Perlindungan yang memisahkan manusia dari bahaya sekitarnya. Namun tembok juga adalah pemisah, memisahkan manusia yang satu dengan manusia yang lain. Tembok-tembok dibangun atas dasar ketakutan-ketakutan terhadap bahaya. Walaupun tembok memisahkan, seringkali dalam suatu tembok ada pintu gerbang yang bisa membawa orang masuk melewati sebuah tembok.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Populer

  • Filsafat Agama: Tuhan Kaum Mistik
  • Makna Common Sense Menurut Para Filsuf
  • Senjata Baru Tantra Online
  • Epistemologi Penipuan SMS
  • Dialog Antara Manusia Dengan Sang Pencipta
  • Pesawat Gonjang-ganjing Tetapi Selamat Sampai Soekarno Hatta
  • Film Korea Semi Tentang Perselingkuhan Gitu

Satu tanggapan untuk “Tembok-Tembok Ciptaan Manusia”

  1. glaydenty
    March 12th, 2012 at 11:59 | #1
    Reply | Quote

    tembok juga bisa berarti keterikatan. keterikatan yang membuat manusia menderita. menderita karena tidak menyadari kebenaran.

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs