Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit

25 August 2011 01:08 AM - oleh Neko Ada 3 tanggapan

Dalam memandang suatu masalah manusia kadang tidak bisa memandang masalah ini dengan baik dan benar. Ini menyebabkan mereka bukan hanya tidak mampu menyelesaikan masalah, tetapi cenderung menghasilkan masalah-masalah baru yang sebenarnya tidak perlu untuk ada. Oleh karena itu, menurut saya kita tidak mampu melihat masalah dengan jelas salah satunya karena jarak. Ada masalah-masalah yang memang sukar untuk dilihat karena jaraknya.

Masalah-masalah filsafat misalnya kadang sukar sekali untuk dijawab. Bahkan memahami pertanyaannya sendiri membutuhkan penjelasan khusus. Kadang menjelaskan perlu memberikan bab-bab khusus untuk menjelaskan bagaimana pertanyaan filsafat tertentu untuk dipahami. Ini karena permasalahan filsafat memang rumit.

Jika dilihat dari jarak permasalahan filsafat memang khusus. Kadang pertanyaan semacam ini susah dijawab bukan karena permasalahan ini begitu jauh dan di atas awan. Namun karena pertanyaan filsafat kadang begitu dekat dengan diri kita sendiri. Permasalahan filsafat begitu dekat karena itu bahkan kadang kita tidak mampu untuk menyadari bahwa di sana ada sebuah permasalahan yang pelik dan suatu kejadian yang aneh.

Sebagai contohnya filsafat membahas masalah pikiran dan manusia. Kedua hal ini begitu dekat dengan dirikita sehingga sangat susah untuk melihatnya. Manusia merupakan diri kita sendiri dan pikiran merupakan suatu benda yang rasanya tidak terpisahkan dari diri kita. Ketika misalnya kita membahas masalah kesadaran kita masih harus menggunakan kesadaran dalam menelaah kesadaran itu. Seringkali masalah semacam ini menjadikan masalah pelik dalam bidang filsafat.

Mungkin memang permasalahan yang begitu dekat susah untuk dimengerti karena kedekatannya. Namun ini bisa dimengerti secara sederhana misalnya seseorang yang melihat tangannya sendiri kemudian mendekatkannya ke mata dia akan kesusahan melihat dan memahami karena terlalu dekat. Demikian juga dengan sesuatu yang terlalu jauh.


Tweet

AUTHOR

Neko # Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Artikel Terkait

  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran

3 tanggapan untuk “Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit”

  1. glaydenty
    March 12th, 2012 at 11:41 | #1
    Reply | Quote

    itu karena filsafat adalah objek ciptaan manusia. kebenaran yang sebenarnya masalah dibuat oleh pikiran manusia sendiri (berasal dari kumpulan objek dari fenomena pengalaman yang diciptakannya sendiri). kemudian ……

    timbulah masalah …

    yang berasal dari keinginan (keingintahuan dan juga kebutuhan)

  2. Nilfa suasassri
    February 25th, 2013 at 21:50 | #2
    Reply | Quote

    Tanggapan saya mengenai filsafat,
    filsafat bisa dikatakan dengan seni.karna seni merupakan pangkal pengetahuan,filsafatpun di istilahkan ratunya ilmu pengetahuan dan seni bertanya.

  3. Nilfa susassri
    February 25th, 2013 at 21:56 | #3
    Reply | Quote

    filsafat bisa dikatakan dengan seni.karna seni merupakan pangkal pengetahuan,filsafatpun di istilahkan ratunya ilmu pengetahuan dan seni bertanya.

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs