Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Banyak Pengguna Pesawat = Ekonomi Rakyat Membaik? Belum Tentu Pak SBY!

25 August 2011 12:08 AM - oleh aprillins Ada 1 tanggapan

Beberapa saat yang lalu saya membaca berita tentang komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa banyaknya pengguna pesawat mengindikasikan ekonomi rakyat membaik. Menurut saya hal tersebut merupakan kesimpulan yang terburu-buru. Berikut ini langsung saya kutip sebagian dari sumber beritanya.

“Saya tanya kenapa bisa demikian? Ternyata dulu yang dari Jakarta – Surabaya naik kereta api sekarang milih naik pesawat,” jelas SBY.

Kenaikan pengguna angkutan udara menunjukan semakin banyak masyarakat yang mampu beli tiket pesawat. Artinya, lanjut SBY, daya beli masyarakat kian baik. “Middle class makin tinggi. Oleh karena itu, perlu kita atur lagi,” terangnya.

Saya dapat membuktikan bahwa kesimpulan SBY tidak dapat dibenarkan begitu saja. Coba lihat tiket kereta eksekutif dengan trayek Jakarta-Surabaya untuk tanggal 30 Agustus 2011 di bawah ini.

Hasil screenshot tiket kereta 30 agustus 2011

Sekarang bandingkan dengan harga tiket salah satu maskapai penerbangan swasta, Lion Air, dengan trayek Jakarta-Surabaya untuk tanggal 30 Agustus 2011 di bawah ini.

Hasil screenshot tiket lion air 30 agustus 2011

Kelihatan sudah kalau tiket pesawat memang kenyataannya lebih murah. Tentu saja banyak orang lebih memilih naik pesawat, sudah murah cepat pula sampainya. Tidak perlu sakit punggung segala gara-gara kelamaan duduk di kereta.

Coba kita hitung berapa selisihnya tiket kereta dikurangi tiket pesawat yaitu Rp550.000 – Rp461.500 = Rp88.500. Lumayan kan selisihnya? Taruhlah Airport Tax Sukarno-Hatta adalah Rp50.000, maka selisihnya adalah Rp88.500 – Rp50.000 = Rp38.500. Masih selisih juga.

Kalau Anda cek sendiri ke situs Lion Air mungkin harga Promonya sudah naik. Menurut pengalaman saya yang telah beberapa puluh kali membeli dari tiket pesawat secara online pada situs tersebut, tampaknya Lion Air memberlakukan sistem jika tiket yang tersedia sudah sedikit maka harganya akan naik secara otomatis, atau jika belinya mendekati hari H rencana keberangkatan maka harganya juga akan naik. Screenshot di atas saya ambil pada pukul 00.12 WIB tanggal 25 Agustus 2011.

Sekarang sudah terbuka pikiran kita dengan melihat kenyataan yang ada di lapangan bahwa meningkatnya penggunaan jasa pesawat sebagai media mudik bukan semata-mata ekonomi atau daya beli rakyat middle class semakin membaik, tetapi memang karena tiket pesawat bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan tiket kereta. Tul ga?

Bagaimana pendapat Anda?


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Pesawat Gonjang-ganjing Tetapi Selamat Sampai Soekarno Hatta
  • Perbandingan Tarif Kereta Api dan Pesawat Jogjakarta – Jakarta
  • Rudolf Matheus Yunani Prawiranegara Berpulang
  • Menunggu Delay Pesawat Di Bandara Laksda Adisucipto
  • Estimasi Sewa Tempat di Pondok Indah Mall

Satu tanggapan untuk “Banyak Pengguna Pesawat = Ekonomi Rakyat Membaik? Belum Tentu Pak SBY!”

  1. si sexy
    October 20th, 2011 at 11:05 | #1
    Reply | Quote

    apaana sby itu emang ngga pantas jadi pemimpinn, makin terpuruk warga kita kan?? apa semua kawan2 muda terpelajar ngga menyadarinya??? hehehehehe busukkk bangettt emangg

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs