Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?

25 November 2011 11:11 AM - oleh aprillins Ada 22 tanggapan

Siapa pun yang pernah hidup di muka bumi ini pasti pernah mendengar atau memikirkan tentang kalimat ini. Kalimat apakah itu? Kalimat tersebut adalah “apakah uang bisa membeli kebahagiaan?” Menurut saya orang yang menjawab tidak adalah orang yang tidak cukup berpengalaman dalam memperhatiakan dan mengarungi kejamnya kehidupan.

Adalah benar adanya bahwa tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, apakah itu? Nyawa, alam semesta, dan Tuhan. Namun, menurut saya betul bahwa uang bisa membeli kebahagiaan. Bagaimana bisa uang bisa membeli kebahagiaan? Secara langsung memang tidak terlalu bisa, contohnya ketika Anda diberi uang Rp100.000 oleh seseorang yang Anda tidak kenal belum tentu Anda langsung bahagia, atau di saat Anda putus dari pacar lalu ada orang yang memberi uang Rp1.000.000 dengan syarat Anda tidak boleh menangis lagi dan harus bahagia saat itu juga, tidak bisa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda bisa langsung bahagia ketika Anda diberi uang dalam jumlah besar katakanlah Rp100.000.000.000.

Contoh di atas itu adalah membeli kebahagiaan secara langsung, tapi tidak semua orang bisa dibeli kebahagiaannya dengan cara seperti di atas. Perhatikan contoh membeli kebahagiaan secara tidak langsung berikut ini.

Orang yang Anda cintai sedang sakit

Ibu, ayah, adik, kakak, atau pacar tercinta Anda sedang sakit keras dan segera mati apabila tidak ditangani. Anda sangat sedih karena Anda tidak bisa membayar biaya rumah sakit dan pengobatan. Tiba-tiba ada seorang dermawan yang mau menyisihkan uangnya untuk membayar biaya pengobatan dan rumah sakit orang yang Anda cintai, bagaimaan perasaan Anda? Apakah Anda makin sedih atau tumbuh kebahagiaan dan harapan dalam diri Anda? Anda bayangkan berada dalam posisi seperti itu dan katakan perasaan Anda kepada saya.

Naik haji

Ibu Anda ingin naik haji tapi tidak punya uang dan Anda tidak punya uang banyak untuk membiayai ibu Anda untuk naik haji. Anda butuh kerja keras dan menabung 10 tahun untuk memberangkatkan ibu Anda naik haji. Anda diam-diam mengumpulkan uang selama itu dan pada saat uangnya sudah cukup, Anda katakan ke ibu Anda bahwa Anda akan memberangkatkan ibu Anda naik haji tahun depan. Bayangkan betapa senang dan bahagianya ibu Anda. Bayangkan ekspresi kegembiraan ibu Anda yang membuat Anda merasa berguna menjadi seorang anak dan Anda akan menyadari betapa uang Anda bisa membahagiakan seseorang yang Anda sayangi.

Anak dan mainan idaman

Anda cukup punya uang dan memiliki anak yang meminta mainan terbaru yang diiklankan di televisi. Dia merengek-rengek dan menangis setiap hari minta dibelikan mainan tersebut. Tiba saatnya Anda melihat anak Anda murung, kusut, menjadi pendiam, dan terlihat lebih kurus. Anak Anda tidak mau bermain dengan teman mainnya karena teman-temannya punya mainan tersebut.

Anda tidak tega dengan keadaan anak Anda. Anda pun pergi ke toko mainan di mal terdekat untuk membeli mainan yang diinginkan anak Anda. Selesai membeli mainan, Anda pulang ke rumah dan memperlihatkan mainan tersebut kepada anak Anda. Prediksilah kira-kira bagaimana ekspresi kegembiraan dan perasaan anak Anda, apakah mereka akan sumringah dan jingkrak-jingkrak? apakah mereka akan berterimakasih dan memeluk Anda? Ya, mereka merasa senang dan bahagia.

Namun apabila Anda terlalu lama untuk mengambil keputusan untuk membeli mainan alias terlambat, tidak menutup kemungkinan bahwa anak Anda sudah tidak menginginkan mainan tersebut dan tidak berharap akan dibelikan mainan lagi karena sudah tertanam dalam benaknya bahwa Anda adalah orang tua yang pelit dan tidak bisa diharapkan.

Dari tiga contoh kasus di atas kita sudah mempelajari betapa uang bisa membeli kebahagiaan secara tidak langsung dan dapat bekerja secara efektif. Dengan demikian, saya simpulkan bahwa uang bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang tidak bisa membeli segalanya.

Pergunakan uangmu dengan sebaik-baiknya demi kebahagiaan dan kepentingan umat manusia.


Tweet

AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • Apa Artinya Uang Tanpa Orang di Sekelilingmu?
  • Hidup dan Perjudian
  • Kehidupan Ketergantungan Terhadap Energi
  • Politik Uang: Penyuap dan Disuap
  • Arti Penting Filsafat Sosial
  • Mahasiswa Wanita ‘Akan Telanjang’ Untuk Membiayai Kuliah
  • Dua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan

22 tanggapan untuk “Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?”

  1. JengSri
    December 30th, 2011 at 03:05 | #1
    Reply | Quote

    Interesting opinion from Philosophy student. I do sometimes feel that money can buy a happiness but I don’t put it on as a pattern – just in some circumstances ^^.

    • aprillins
      January 4th, 2012 at 17:40 | #2
      Reply | Quote

      Yes, I agree and I’ve explained that too :) Thanks for dropping a comment.

  2. yunan
    January 17th, 2012 at 18:55 | #3
    Reply | Quote

    iya dalam era yang serba materialistis ini, seolah money can buy anything jika ditilik dari perspektif uang untuk tidak sekadar memenuhi keinginan bagi kaum yang bukan “the have”..dalam bbrpa kasus diatas sy sepakat uang bisa beli kebahagiaan..namun kadang ironinya bagi kaum “the have” uang kadang sangat mudah menurut kita untuk membeli kebahagiaan. tapi apakah ukuran “kebahagiaan” selalu diukur dengan Uang bagi mereka yg “the have”?..overall..sangat inspiratif untuk didiskusikan lebih jauh lagi…slm kenal Bung Aprilins mohon izin utk dishare ke FB jika ada artikel yang menarik…

  3. jus manggis xamthone
    January 24th, 2012 at 21:07 | #4
    Reply | Quote

    menurut saya tidak,
    uang bukanlah ssegalanya..

  4. agen gamat luxor medan
    February 12th, 2012 at 15:52 | #5
    Reply | Quote

    di zaman sekarang uang sangatlah berkuasa,,karena dengan uang kita bisa membeli kebahagiaan..tp
    bukan hanya uang saja yang bisa bkin kita bahagia..keluarga juga bisa bkin kita bahagia…

  5. glaydenty
    March 12th, 2012 at 12:36 | #6
    Reply | Quote

    walaupun uang bukan dewa atau tuhan, tapi kita seringkali mendewakan uang.

    kenyataannya uang dapat mengubah asumsi dan pola kehidupan seseorang, dan kebahagiaan seseorang.

    PADA ZAMAN SEKARANG INI UANG DAPAT MEMBELI KEBAHAGIAAN.

    (pernahkah anda melihat ekspresi seseorang saat diberikan UANG?)

    tapi kebenaran selalu mengatakan “kebahagiaan berasal dari keadaan hati yang puas, puas pada keadaan sekarang” (kebahagiaan sejati berarti tidak terikat pada objek yang lain / keadaan yang lain)

  6. obat herbal kanker prostat
    April 10th, 2012 at 10:09 | #7
    Reply | Quote

    Uang memang bukan segalanya….
    tetapi dengan uang kita bisa memuaskan hajat dalam diri kita…..
    maka benar sekali bila kita di anjurkan memburu dunia seakan kita hidup akan lama sekali…….

  7. obat xamthone plus
    April 18th, 2012 at 08:17 | #8
    Reply | Quote

    memang benar..
    uang tak dapat membeli segalanya…
    contoh kebahagiaan…
    kebahagiaan hanya dapat di beli dengan ketenangan hati kita sebagai manusia… yang tak sempurna…

  8. Ridho Maulana
    May 15th, 2012 at 04:10 | #9
    Reply | Quote

    Uang bisa membeli kebahagiaan…tp tidak semua kebahagiaan bisa dibeli dengan uang…

    Mungkin bagi saya “Dengan uang bisa mendapatkan kebahagiaan. Tp tidak dapat membeli apa yg dinamakan kebahagiaan sejati . Karena kebahagiaan sesungguhnya ada pada hati yang lapang dan mensyukuri apa adanya namun tetap sebagaimana mestinya.

  9. Plato
    July 7th, 2012 at 11:24 | #10
    Reply | Quote

    Suatu Kebahagian Sejati Taktala Kembali ke Alam Jiwa

  10. Anonymous
    July 11th, 2012 at 17:06 | #11
    Reply | Quote

    Lebih memilih untuk menangis di lamborghini dari pada menangis di sepeda motor. uang bukan untuk membeli, tapi untuk membuat segala sesuatu jadi lebih baik/ punya nilai +

  11. pengobatan alami ace maxs
    August 7th, 2012 at 15:41 | #12
    Reply | Quote

    bahagia itu sederhana,,,tergantung bagaimana kita menyikapi keadaan,,secara positif atau negatif,,,tapi yang seperti itu susah ,,,

  12. kiki
    August 17th, 2012 at 06:20 | #13
    Reply | Quote

    bener, uang bukan segalanya, tapi kita juga perlu uang un tuk bahagia

  13. luki
    September 5th, 2012 at 11:46 | #14
    Reply | Quote

    uang bukan sgala-galannya…. tp sgala-galanya membutuhkan uang…

  14. Ekstrak Kulit Manggis
    November 2nd, 2012 at 07:43 | #15
    Reply | Quote

    klo menurut saja , nggak !
    karena uang bersifat senang hanyalah sedikit , nah klo uang abis sedih lagi :(

  15. kucingbuduk
    November 2nd, 2012 at 19:01 | #16
    Reply | Quote

    Yang pasti money is everything … hahahaha (kabuurr…)

  16. agen ace maxs padang
    December 5th, 2012 at 14:01 | #17
    Reply | Quote

    saya engga munafik, memang uang bisa membeli kebahagian namun bukan berarti tidak punya uang tidak bisa merasakan kebahagian..

  17. cara pesan ace maxs
    December 13th, 2012 at 07:44 | #18
    Reply | Quote

    ya memang kadang uang juga bisa memberikan kebahagiaan..
    tp kalo mnurut aku hanya dengan mndapat kasih sayang dr orang2 trdekat saja juga bisa membuat hati bahagia…
    karna bahagia itu sederhana

  18. Gold-G
    January 24th, 2013 at 08:12 | #19
    Reply | Quote

    yang jelas, uang itu bukan segalanya…
    sekalipun manusia hidup memang membutuhkan uang. Jangan dibutakan sama uang!
    :D

  19. indah
    February 13th, 2013 at 15:27 | #20
    Reply | Quote

    Wah…artikelnya sangat menyentuh, terima kasih sudah berbagi

  20. ace maxs
    February 23rd, 2013 at 09:26 | #21
    Reply | Quote

    Akan tetapi, bukan berarti semua tergantung pada uang.
    Mantap masbroo… keren banget nih artikelnya. Ijin blogwalking gan.!

  21. Dhiyas kn
    February 23rd, 2013 at 13:39 | #22
    Reply | Quote

    Wah menurut ane kalo bagi yang punya banyak uang itu mungkin gak bisa mendapat kebahagiaan…

Berikan tanggapan Anda

Batalkan memberi komentar

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs