A. Fenomenologi dan Fenomenologi Agama Unsur fundamental agama dapat diketahui, salah satu caranya, dengan pendekatan fenomenologi. Metode fenomenologi dikenalkan oleh Edmund Huserl (1859-1938). Semboyan fenomenologi adalah zu den sachen selbst (kembali kepada hal-hal itu sendiri). Pendekatan fenomenologi berusaha menemukan kembali pengalaman dasariah dan asli, yang utuh, bebas nilai dan kaya isi, tentang sesuatu hal atau…
Arsip artikel filsafat pada kategori ‘Filsafat Agama’
Filsafat Agama: Fenomena dan Unsur Fundamental Agama
Friday, April 17th, 2009Filsafat Agama: Pengertian dan Lingkupnya
Friday, April 17th, 2009a. Pendekatan etimologis Istilah filsafat berasal dari kata philein/philos + sophos/sophia= cinta/teman + bijaksana/kebijaksanaan. Filsafat berarti mencintai kebijaksanaan. Belajar filsafat berarti belajar untuk, minimal, mencintai hal-hal yang bijaksana, atau kalau mungkin untuk menjadi bijaksana. Bijaksana atau kebijaksanaan adalah karakteristik tertentu dari suatu sikap/perilaku. Sikap/perilaku bijaksana adalah yang mengindikasikan adanya motivasi sinergis dari berbagai unsur ruhaniah…
Pemikiran Thomas Aquinas Mengenai Pembuktian Adanya Tuhan
Friday, April 17th, 2009Thomas Aquinas lahir di Rocca Sicca, dekat Napels pada tahun 1225 dari suatu keluarga bangsawan. St. Thomas adalah putra dari Pangeran Aquino, yang kastilnya di kerajaan Nepal, dekat dengan Monte Cassino. Selama 6 tahun ia belajar di Universitas Frederick II Nepal, kemudian ia menjadi pengikut Dominican dan pergi ke Cologne, untuk beklajar di bawah bimbingan…
Filsafat Agama: Tuhan Kaum Mistik
Friday, April 17th, 2009Kata mistik mempunyai hubungan linguistik antara tiga kata, yaitu “mitos”, “mistisisme”, dan “misteri”, yang ketiganya berasal dari kata kerja bahasa Yunani musteion yang artinya menutup mata atau mulut. Kata-kata ini berakar dalam pengalaman tentang kegelapan dan kesunyian. Konotasi yang diberikan, terutama di Barat, menjuruskan ketiga kata ini ke sinonim yang negatif. Kata “mitos” digunakan sebagai…



