Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Advertising
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
    • Pranala Luar
  • Lowongan
Halaman ke 1 dari 2[1]2Selanjutnya »

Arsip artikel filsafat pada kategori ‘Filsafat Politik’

Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik

Thursday, October 13th, 2011

Tags: Bahasa, Prinsip
Direktori: Filsafat Politik | 7 tanggapan »

Sangat menarik jika kita memperhatikan logika bahasa dalam bahasa Indonesia belakangan ini. Suatu istilah guyonan baru muncul begitu saja di tengah dunia kita. Istilah ini sepertinya dimulai dari kaum muda dilihat dari struktur bahasa dan jenis bahasanya yang condong ke bahasa gaul. “Kita? Lo Kali?” Istilah ini jika diperhatikan sangat menarik karena ini sangat berguna…

Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”

Tuesday, August 30th, 2011

Tags: Bahasa, George Aditchondro, Koruptor, Menggurita
Direktori: Filsafat Politik, Politik | 1 tanggapan »

Istilah ini sering dipakai belakangan ini jika menunjukkan suatu keburukan yang sudah menjerat dan meraih segala sisi. Kita harus berterimakasih pada George Aditchondro pengarang Gurita-gurita Cikeas atas kata-kata ini sehingga menjadi populer. Ini karena nampaknya karena nampaknya sangat menarik menggunakan istilah ini oleh pers karena secara implisit merujuk kepada dugaan konspirasi di pemerintahan. Sesuatu yang…

Rasionalisme Hukum Indonesia

Monday, July 25th, 2011

Tags: hukum, Irasionalisme, Politik
Direktori: Filsafat Politik | 2 tanggapan »

Mendengar begitu banyak kasus hukum di Indonesia membuat saya mengelus dada. Kita belakangan ini mendengar seorang nenek-nenek yang dipenjara karena mencuri tiga buah kakao. Seorang yang mencemarkan nama baik dengan mengirim Email. Anak-anak di bawah umur yang didakwa mencuri dengan hukuman yang sangat berat. Bahkan kasus Ariel Peterpan mengandung banyak Irasionalisme. Belum lagi kasus belakangan…

Bagaimana Pemimpin Negara yang Ideal?

Thursday, June 9th, 2011

Tags: Indonesia, Kepemimpinan, Politik, Presiden
Direktori: Filsafat Politik | Belum ada tanggapan »

Malam ini di TvOne saya melihat sekilas perbincangan tentang pemimpin negara yang ideal. Tampaknya bahasan di situ terkait dengan SBY dan istrinya yang tidak akan mencalonkan diri sebagai calon presiden Indonesia pada tahun 2014 mendatang. Dari judul perbincangannya saja langsung terbesit bahwa pertanyaan tersebut mungkin takkan habis dijawab sampai tiba hari kiamat. Namun, hal tersebut…

Negara Ideal Plato dan Naruto

Wednesday, May 25th, 2011

Tags: Filsuf, Naruto, Perfect Guardian, Plato, Raja, Yunani Kuno
Direktori: Filsafat Politik | Belum ada tanggapan »

Plato sang filsuf Yunani kuno pernah menulis mengenai gambarannya mengenai negara ideal dalam bukunya yang disebut Republik. Dalam buku itu Socrates sebagai tokoh utama mencoba menganalisis seperti apa negara Ideal itu. Bagi Plato negara Ideal adalah suatu negara yang sangat tersusun dan terkontrol. Begitu terkontrolnya Plato mengusulkan untuk menyensor musik dan dongeng. Ide mengenai penyensoran…

Inti Politik: Tinjauan Bebas dan Kontemplatif

Sunday, April 3rd, 2011

Tags: Cara Berpolitik, Kriminalitas Politik, Politik, Politik Baik, Politik Jahat, Politik Sosial, Wakil Rakyat
Direktori: Filsafat Politik | Belum ada tanggapan »

Kata politik tidaklah asing dalam hidup berbangsa dan bernegara. Politik kerap kali menjadi sasaran keluhan masyarakat. Ada masyarakat yang merasa rugi akibat politik dan juga ada yang merasa diuntungkan karenanya. Kita tidak tahu betul apa makna dari politik sebenarnya tanpa kita menyelaminya dengan pengalaman politik, dan mindset orang politik.

Pemikiran Aristoteles Tentang Negara dan Filsafat Politik

Thursday, May 27th, 2010

Tags: Aristoteles, Demokrasi, negara, Politik
Direktori: Filsafat Politik | 3 tanggapan »

Demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan negara yang paling baik menurut Aristoteles. Sebaliknya, negara tirani adalah negara yang buruk karena dikedepankan oleh perintah satu orang dan semua orang harus mematuhinya. Menurut Aristoteles, seorang warga negara boleh ikut terlibat dalam musyawarah dan judicial administration dalam negaranya. Secara umum negara dibangun atas banyak warga negara yang masing-masing bertujuan…

Arsip Selanjutnya

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Cina
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsafat Sosial
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Kesunyian, Kesendirian, dan Kegilaan
  • Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
  • Makna “Kita! Lo aja Kali!” Dari Sudut Pandang Filsafat Politik
  • Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci
  • Permasalahan Lupa dan Ingatan Manusia
  • Kegunaan dan Hakikat Angka Nol
  • Rumah Perlindungan Bagi Bayi Terbuang Setuju atau Tidak?
  • Makna Pembunuhan Karakter
  • Filsafat Kacamata
  • Dari Facebook Democracy Sampai Internet Mobokrasi
  • Permasalahan Ingatan Tinjauan Epistemologi
  • Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung
  • Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”
  • Tembok-Tembok Ciptaan Manusia
  • Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates
  • Manusia dan Obsesi Mereka Terhadap Kecepatan
  • Hubungan Antara Cinta, Otak dan Kesadaran
  • Apakah Internet Membuat Kita Bodoh?
  • Jarak Pandang dan Permasalahan Filsafat yang Rumit
  • Hubungan Antara Blackberry dan Budaya Gengsi di Indonesia
  • Kenapa Mencontek Dapat Merugikan Kita?
  • John Doe dan Identitas Manusia
  • Jika Kita Dilahirkan Dalam Budaya yang Berbeda?
  • Manusia dan Rekayasa Alam
  • Rasionalisme Hukum Indonesia
  • Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia
  • Epistemologi Tentang Warna dan Persepsi Indra
Aprillins © 2008-2012
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
TopOfBlogs