Langganan artikel
  • Home
  • Rekan
  • Layanan
  • Media Iklan
  • Informasi Situs
    • Privacy Policy
  • Bertukar Link
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Filsafat Pendidikan Sebuah Pengenalan dan Definisi

Filsafat pendidikan merupakan bidang filsafat terapan, mulanya juga dari bidang tradisional filsafat seperti ontologi, etika, epistemologi, me dan pendekatan (filsafat spekulatif, preskriptif, dan / atau analitis) untuk menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, perkembangan manusia, dan teori kurikulum. Dengan kata lain, filsafat pendidikan adalah studi filosofis tentang tujuan, proses, alam dan cita-cita pendidikan. Sebagai contoh, filsafat pendidikan mencakup hal berikut:

  • Mempelajari apa yang dimaksud dengan mengasuh dan mendidik
  • Mendalami dan mempelajari pengaplikasian nilai-nilai dan norma-norma lalu diterapkan melalui sistem pendidikan dan praktek pendidikan itu sendiri
  • Mempelajari batas-batas dan legitimasi pendidikan sebagai disiplin akademis
  • Mempelajari hubungan antara teori dan praktek pendidikan pada umumnya

Filsafat pendidikan dapat dianggap sebagai cabang dari filsafat mau pun pendidikan. Banyaknya cara dalam memahami pendidikan ditambah lagi dengan berbagai bidang dan pendekatan filsafat, membuat filsafat pendidikan tidak hanya menjadi bidang yang memiliki konteks sangat beragam, tetapi juga membuat filsafat pendidikan itu sendiri tidak mudah didefinisikan. Meskipun ada ketimpangan di sini, filsafat pendidikan tidak boleh digabungkan dengan teori pendidikan, alasannya tentu filsafat pendidikan tidak mendefinisikan secara  khusus karena teori pendidikan itu sendiri nantinya malah ditanyakan oleh filsafat :cool: Kalau teori pendidikan sama dengan filsafat pendidikan, nantinya bidang apa yang mem-verifikasi atau mengkritisi teori pendidikan? Soalnya ‘kan filsafat mempertanyakan segala teori dan berfungsi mensintesiskannya menjadi teori lebih baik.

Meskipun filsuf di seluruh dunia telah mengajukan pertanyaan mengenai pendidikan selama ribuan tahun, tetapi sebagai disiplin akademis (bidang akademis di universitas) filsafat pendidikan sendiri merupakan ‘ilmu’ baru. Hebatnya lagi filsafat pendidikan merupakan bidang internasional yang telah mapan bekerja sama dengan departemen dan berbagai program di seluruh dunia.

Diterjemahkan dari Wikipedia di Philosophy of Education dan diedit dengan berbagai tambahan.


AUTHOR

aprillins # Berkecimpung dalam bidang filsafat sekaligus menekuni web programming sebagai tambahan. Suka membaca buku lalu merenungkannya dan mengaplikasikan hasilnya :)

Artikel Terkait

  • 12 Tokoh Filsafat Pendidikan
  • Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010 Untuk SMP
  • Metode Filsafat Pendidikan Progresivisme

Kata Kunci

filsafat pendidikan - definisi filsafat pendidikan - makalah filsafat pendidikan - pengertian filsafat pendidikan - artikel filsafat pendidikan - ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat pendidikan - pilsafat pendidikan - aksiologi pendidikan - pendidikan - pengenalan filsafat - hubungan filsafat dan pendidikan - ontologi epistemologi dan aksiologi filsafat pendidikan - ontologi filsafat pendidikan - TEORI PENDIDIKAN - teori filsafat pendidikan - artikel dan makalah filsafat pendidikan - pengertian ontologi filsafat pendidikan - pengertian aksiologi filsafat pendidikan - filsafat sistem pendidikan - definisi filsafat -

5 tanggapan untuk “Filsafat Pendidikan Sebuah Pengenalan dan Definisi”

  1. attayaya
    December 19th, 2009 at 04:52 | #1
    Reply | Quote

    approve mang kadang cepat kadang lambat

  2. ngaturduit.com
    December 20th, 2009 at 08:48 | #2
    Reply | Quote

    # Mempelajari apa yang dimaksud dengan mengasuh dan mendidik
    # Mendalami dan mempelajari pengaplikasian nilai-nilai dan norma-norma lalu diterapkan melalui sistem pendidikan dan praktek pendidikan itu sendiri

    Setuju banget dengan dua point diatas, sebagai pendidik harus tau hal tersebut :)

    • aprillins
      December 20th, 2009 at 15:44 | #3
      Reply | Quote

      wajib tau dan wajib paham.. soalnya cara mendidik satu orang anak tidak selalu sama efeknya ketika cara tersebut dipakai ke anak lain / orang lain. Selain itu mendidik juga perlu disesuaikan dengan norma dan nilai kemasyarakatan yang ada :)

  3. Herina Edi
    December 21st, 2009 at 10:12 | #4
    Reply | Quote

    Nice post, thanks for sharing this wonderful and usefull information with us.

  4. anthy
    December 28th, 2009 at 11:50 | #5
    Reply | Quote

    thanks for your information………. but z harap lebih jelas dan detaaail. ok :wink:

Silakan memberi tanggapan

Batalkan memberi komentar

:wink: :-| :-x :twisted: :) 8-O :( :roll: :-P :oops: :-o :mrgreen: :lol: :idea: :-D :evil: :cry: 8) :arrow: :-? :?: :!:

Kategori Artikel

  • Aksiologi
  • Epistemologi
  • Etika
  • Etika Bisnis
  • Etika Lingkungan
  • Etika Politik
  • Etika Teknologi
  • Filsafat Agama
  • Filsafat Kebudayaan
  • Filsafat Ketuhanan
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Kontemporer
  • Filsafat Manusia
  • Filsafat Pendidikan
  • Filsafat Politik
  • Filsuf
  • Kontemplasi
  • Kosmologi
  • Metafisika
  • Sejarah Etika

Artikel Terbaru

  • Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis
  • Sebab dan Awal Berpikir Pada Manusia
  • Teori Etika Lingkungan Biosentrisme
  • Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis
  • Dua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan
  • Machiavelli: Cara Menjadi Penguasa Dengan Kekejaman
  • Perbedaan Corak Filsafat Pra-Socrates dan Zaman Socrates
  • 2 Teori Etika: Utilitarisme dan Deontologi
  • Makna Common Sense Menurut Para Filsuf
  • Epistemologi: Makna Common Sense

Sumber Artikel

  • SCBS Radio Lombok
  • Astaga.com lifestyle on the net
  • Saffa Inspiration

Aprillins © 2007-2009 | aprillins.com powered by Advanced Wordpress
All content are protected. Copying are limited by showing a link in your bibliography
AcademicsTopOfBlogsTop Academics blogsPhilosophy Blogs